Peduli Kebersihan, SMPN2 Mimika Siapkan PLH

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Dalam rangka program meningkatkan kebersihan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Mimika siapkan Petugas Lingkungan Hidup (PLH). PLH merupakan salah satu dari lima belas kegiatan ekstrakurikuler sekolah tersebut, Rabu (4/10).

“Kami menyediakan 15 ekstrakurikuler. Salah satunya itu PLH. Kebersihan di lingkungan sekolah ini sangat diutamakan. Maka dari itu, kami berinisiatif membentuk PLH,” kata Fannya, kepala sekolah SMPN 2 Mimika.

Menurut dia, tujuan terbentuknya PLH untuk membuktikan kepada masyarakat maupun pemerintah, sekolah merupakan salah satu icon dalam hal peduli lingkungan.

“Ini program SMP Negeri 2 untuk tetap maju dan menjadi icon nomor satu di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, ketua Osis sekolah,  Pasca mengatakan, PLH sangat diperlukan sebagai wadah siswa melatih diri untuk peduli kebersihan. Dan juga, mengembangkan rasa memiliki siswa atas sekolahnya.

“Setiap hari jumat ada yang namanya jumat bersih yang dibantu polisi lingkungan dari PLH yang telah dibina dan diberi tugas harian untuk membersihkan lingkungan. Apalagi banyak kegiatan yang dilaksanakan di Negeri 2. Jadi, banyak sampah yang harus dibersihkan,” katanya.

Di samping itu, petugas PLH Risma Mursalim mengatakan, karakter setiap siswa dapat dilihat melalui kegiatan pengembangan diri ini. Akan ketahuan mana siswa yang suka hidup bersih atau tidak. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih kepekaannya untuk selalu memperhatikan dan menjaga lingkungan sekolahnya tetap bersih.

“Saya menyukai lingkungan yang bersih. Melalui pengembangan diri ini bisa terlihat siapa saja yang peduli pada kebersihan lingkungan sekolah dan siapa yang menyukai sekolah yang banyak sampah. Kalo kita kan ingin melihat sekolah ini menjadi bagus dan bersih,” katanya.

Siswa kelas sembilan tersebut mengaku, harus sabar melihat siswa yang tidak peduli pada lingkungan. Pasalnya, selama proses kegiatan berlangsung seringkali didapati ada beberapa siswa yang membuang sampah sembarangan.

“Pernah marah karena sudah banyak temamn-teman yang suka mengotori lingkungan. Tapi kita harus sabar untuk  menyadarkan mereka akan kebersihan”, ungkapnya.

Saat ini, hanya ada 50 siswa yang bertugas sebagai PLH di sekolah tersebut. Menurutnya, sekolah perlu secara serius mengembangkan kegiatan tersebut. Yakni dengan mensosialisasikan dan mengajak siswa lain supaya ikut berpartisipasi pada PLH.

“Di antara ratusan siswa di SMP N2, hanya ada 50 siswa yang tergabung dalam PLH. Mungkin pihak sekolah bisa mengajak teman-teman lain untuk bergabung”, ujarnya.

Dia berharap, agar lingkungan sekolah tersebut selalu dalam keadaaan bersih. Sehingga jika sekiranya ada kunjungan tamu atau dinas pendidikan, sekolah tersebut bisa tetap menjaga imagenya sebagai sekolah yang bersih dan sejuk dipandang.

“Harapannya sih, semoga semakin banyak orang yang peduli kebersihan. Biar mereka juga belajarnya nyaman. Dan kalau tiba-tiba datang tamu dari luar atau dinas, kan tidak baik kalau kotor-kotor”, harapnya.

Sampai saat ini PLH di sekolah tersebut belum memiliki program lanjut. Seperti halnya kerjasama dengan pihak-pihak eksternal untuk memperbaiki nilai estetika kota Timika.

“Kami masih berencana untuk bergabung bersama polisi di Timika untuk turut membantu membersihkan setiap sudut kota,” tutupnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment