Pegawai PN Mimika Negatif Narkoba

Bagikan Bagikan



SAPA (TIMIKA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika melaksanakan pemeriksaan urin kepada seluruh pegawai Pengadilan Negeri (PN) Timika. Pemeriksaan tersebut berlangsung di kantor Pengadilan Negeri Timika, Jumat (6/10).

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika, Syarifudin, S. KM. M.Kes mengatakan, pemeriksaan urin yang dilakukan oleh pihak BNN Mimika kepada pegawai PN Timika merupakan instruksi langsung dari Mahkamah Agung (MA) kepada seluruh Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia. Tes urin dilakukan kepada semua pegawai PN Timika, dari Ketua PN hingga honorer.

"Pemeriksaan ini diinstruksikan langsung oleh semua PN di Indonesia dari MA. Jadi gilirannya PN untuk melakukan pemeriksaan tes urin untuk semua pegawai dari pimpinan sampai bawahan," kata Syarifudin saat ditemui Salam Papua usai melaksanakan pemeriksaan urin di kantor PN Timika, Jumat (6/10).

Dia mengungkapkan, 31 dari 35 pegawai yang melaksanakan pemeriksaan urin dan hasilnya negatif narkoba. Namun ada 2 pegawai yang tidak mengikuti tes karena sakit.
"Total sample ada 31 dan masih ada dua orang lagi sakit," ungkapnya.

Di samping itu, Ketua Pengadilan Negeri Timika, Relly Behuku, SH. MH mengatakan, tes urin yang dilakukan BNNK Mimika kepada seluruh pegawai di PN Mimika merupakan bagian dari persiapan akreditasi lembaga tersebut dari kelas II menjadi kelas I.
"Persiapan akreditasi," katanya.

Ketika disinggung terkait 2 pegawai PN yang tidak mengikuti pemeriksaan urin, Dia menegaskan, dua pegawai tersebut pada saat yang bersamaan sedang berobat ke RSUD dan seorang lainnya sedang berangkat ke Jayapura. Kendati demikian, dirinya menginstruksikan kepada kedua pegawai tersebut agar tetap melaksanakan pemeriksaan di kantor BNNK Mimika setelah kembali berkantor.


"Iya memang ada dua pegawai yang tidak ikut, tapi nanti dua orang itu akan periksa urin di kantor BNN," tegasnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment