Pelajar STM Nyaris Tawuran dengan Pelajar SMK Petra

Bagikan Bagikan





SAPA (TIMIKA) - Ratusan pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kuala Kencana Timika nyaris tawuran dengan pelajar sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Petra Yayasan Anu Beta Tubat (YABT) Timika. Aksi para pelajar itu bermula dari  seorang pelajar SMK Negeri 1 Yunus Nau dianiaya pelajar SMK Petra pada  Senin (2/10) lalu.  Sehingga rekan-rekan Yunus tersulut amarah.

Dari data yang dihimpun Salam Papua dilapangan, ratusan pelajar dari SMK Negeri 1 tidak terima rekannya di aniaya salah satu pelajar dari SMK Petra. Sehingga ratusan pelajar SMK Negeri 1 Mimika melakukan konvoi dari Kuala Kencana menuju ke SMK Petra untuk melakukan penyerangan. Aksi para pelajar itu berhasil dicegah anggota kepolisian. Namun para pelajar itu banyak yang melewati jalan tikus sampai di TKP.

Tawuran itu nyaris dilakukan dari berbagai arah, baik dari arah Timika Indah, jalan Patimura, dan Jalan Pendidikan, dan juga lorong didepan SMK Petra. Bahkan ada pelajar SMK Negeri 1 yang nekad menyerang dari belakang sekolah. Pihak keamanan berhasil meredam di Jalan Pendidikan dan di depan lorong SMK Petra.

Sempat terjadi kericuhan saat pihak keamanan hendak menghimbau untuk membubarkan diri. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan. Sehingga para pelajar itu balik mengejar pihak keamanan. Buntut dari kejadian tersebut 11 pelajar dari SMK Negeri 1 diamankan di Mapolsek Miru dan selanjutnya orang tua dari 11 pelajar tersebut akan dipanggil dan dikasih arahan.

Awal mula terjadinya penyerangan bermula ketika korban Yunus Nau yang merupakan pelajar Kelas 1 SMK Kuala Kencana dipanggil  seorang teman ceweknya di SMK Petra, sehingga dirinya menyempatkan waktu untuk bertemu dengan yang bersangkutan.

"Jadi saya lewat begini ada teman cewe panggil. Jadi saya ketemu dengan dia," kata Yunus saat menjelaskan kronologis kejadian saat ditemui wartawan di halaman SMK Petra YABT Mimika dijalan Budi Utomo, Rabu (4/10).

Dia menuturkan, saat itu pelaku dan rekan-rekannya sempat melihat dirinya sedang bertemu dengan rekan ceweknya. Gara-gara itu  pelajar SMK Petra marah. “Saya melihat ada beberapa orang yang melihat saya dengan muka marah. Saya berinisiatif untuk membicarakan pertemuan tersebut secara baik-baik. Tetapi, saya  diikuti sampai ke Kantin dan langsung dianiaya beberapa pelajar Petra. Jadi saya ke kantin dibelakang sekolah dengan tujuan mau bicara baik-baik dengan perempuan itu punya pacar supaya tidak ada masalah," tuturnya.

Dia menjelaskan, para pelajar yang menganiaya dirinya diduga telah dipengaruhi Minuman Keras (Miras).  “Mereka langsung aniaya saya. Sebelumnya salah seorang pelajar yang menendang dan nyaris mengenai saya. Lalu beberapa pelajar lainnya menganiaya saya. Tidak sampai disitu salah seorang pelaku melepaskan pukulan ke kepala saya dengan lilitan kalung yang ada mata kalungnya. Dorang dalam keadaan mabuk jadi dorang langsung pukul. Karena terlalu ganas jadi mereka cabut kalung di leher dan langsung memukul saya  di bagian belakang pakai mata kalung," jelasnya.

Kepala sekolah SMK Petra YABT Mimika Fredrik Yembise, S. PAK mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui persis persoalan yang terjadi. Sehingga timbul rencana dari pelajar SMK Negeri 1 untuk melakukan penyerangan ke SMK Petra. Dia mengaku kalau  baru mengetahui informasi dari guru-guru bahwa ada mau penyerangan. Sehingga pihak sekolah tidak mau mengambil resiko dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas belajar dan siswa-siswa dipulangkan.

Dia menyebutkan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut akan dilakukan pertemuan pada hari Jumat mendatang yang  dihadiri  bagian kesiswaan dari kedua SMK.

"Saya juga tidak tahu, tapi saya dengar dari guru-guru, katanya anak-anak STM mereka mau serang kesini (SMK Petra). Jadi kita kasih apel anak-anak dan kita arahkan untuk pulang sampai hari Jumat baru kita masuk belajar, dan tadi korban sudah datang dengan guru kesiswaan dan bertemu jadi kita akan selesaikan hari Jumat nanti," ujarnya.

Sementara itu Kasi Humas Polsek Miru Aiptu Ledrik Pattikayhattu mengatakan, pihak Kepolisian telah mengamankan sebanyak 11 orang yang merupakan pelajar dari SMK Negeri 1 Kuala Kencana. Nantinya pelajar-pelajar tersebut akan dikeluarkan setelah orang tua dari siswa-siswa tersebut datang ke Polsek untuk diberi masukkan.

"Sebanyak 11 pelajar yang kita amankan karena melakukan perlawanan saat di jalan Pendidikan, nantinya pelajar ini kami akan panggil orang tuanya untuk menyerahkan anak-anak ini untuk dibina," katanya.

Menurutnya, peran orang tua dan guru sangat penting. Sebab pembinaan dimulai dari dalam keluarga setelah itu mereka dibina di sekolah. Sehingga bagian kesiswaan dan bimbingan konseling memiliki peran penting untuk merubah karakter siswa. Supaya kedepan tidak terjadi tawuran antar sekolah di Mimika.


"Kami minta peran orang tua dan sekolah (guru-guru) untuk membina anak-anak ini karena anak-anak ini supaya tidak melakukan hal-hal seperti ini," ujarnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment