Pembagian Lapak di Pasar Sentral Tanpa Sepengetahuan Pedagang

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Ketua pengurus pedagang pasar malam di Pasar Sentral Timika mengatakan, tidak mengetahui jelas terkait adanya pembagian lapak dagangan di bagian depan pasar. Pembagian lapak yang dilakukan oleh dinas terkait, dianggap tidak melibatkan para pedagang pasar malam yang ada.

“Bagi pedagang yang lama, katanya ditempatkan pada bagian belakang. Sedangkan pedagang baru ditempatkan bagian depan. Harusnya yang menjadi prioritas itu adalah pedagang yang di pasar malam. Namun, kenyataan di lapangan tidak. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan di tengah tengah pedagang,” kata Buton kepada wartawan di pasar sentral, Jumat (20/10).

Para pedagang pasar malam, kata Buton, tidak mau pindah karena lapak yang berada di depan pasar di anggap tidak layak. Karena kondisi jalan yang akan dilalui kondisinya berlumpur.

Tidak hanya itu, permasalahan juga timbul karena lapak yang berdiri saat ini berjumlah 300an lapak, padahal, pedagang yang akan dipindahkan hanya berjumlah 90an pedagang.

“Lapak dagangan yang berada di bagian depan pasar sentral sudah lama berdiri. Keberadaan lapak-lapak tersebut diperuntukkan bagi 90 pedagang yang lapak dagangannya masih dalam tahap pembangunan,” katanya.

Dari data yang dimiliki oleh pengurus pedagang pasar malam di pasar sentral, sekitar 90an pedagang yang terkena gusuran pembangunan di pasar malam belum menerima pembagiaan lapak. Apabila para pedagang di suruh pindah, maka fasilitas tempat berdagang harus diperbaiki oleh dinas terkait terlebih dahulu.

“Kalau tidak ada perbaikan lahan tempat, saya kira tidak akan ada pembeli yang datang ke tempat tersebut,” jelasnya.

Pantuan Salam Papua di pasar sentral, ratusan lapak pedagang sudah berdiri di bagian depan pasar. Namun hampir seluruh lapak tidak berpenghuni atau masih kosong. Hanya saja, setiap lapak sudah dibatasi dengan tali, yang kemungkinan sudah ada pemiliknya.

Beberapa waktu lalu terkait keberadaan lapak tersebut, anggota DPRD Mimika telah melakukan sidak. Dalam sidak itu ditemukan sejumlah permasalahan terkait peruntukkan lapak-lapak pedagang.


Tidak hanya itu, anggota dewan juga menemukan adanya praktek pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum petugas pasar. Namun, hingga saat ini permasalahan yang ada di pasar sentral tidak kunjung selesai. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment