Pemda dan Kepolisian Diminta Sikapi Kondisi di Tembagapura

Bagikan Bagikan
Yonas Magal
SAPA (TIMIKA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bersama pihak keamanan menyikapi situasi yang terjadi di Tembagapura. Saat ini beberapa kampung menjadi terisolir akibat kasus penembakan yang terjadi di lokasi tersebut.

Wakil Ketua I DPRD, Yonas Magal mengatakan informasi di lapangan bahwa kesehatan dan klinik didaerah Banti sudah ditutup dan petugasnya sudah di evakuasi di Mile 68. Para guru juga sudah dievakuasi ke Mile 68.

Menurut Yonas, melihat kondisi ini Pemda bersama aparat keamanan harus segera  menyikapi daerah tersebut seperti apa. Disana ada beberapa kampung seperti Kembeli, Pertanian, Banti I, II, Opitawak, Takabra dan Dalmanemi.
"Di kampung tersebut  masyarakat banyak dan selama ini mereka tergantung pada PT. Freeport Indonesia. Saat ini semua kampung tersebut terisolir jadi saya minta kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) untuk segera melihat dan mengambil langkah," katanya.

Ia menambahkan, sebenarnya Freeport bisa bantu ke bawah tetapi melihat situasi seperti ini tentu akan sangat sulit.

DPRD minta kepada aparat keamanan untuk selalu menjaga keamanan. Selain itu juga harus bisa minta bantuan kepada tokoh masyarakat supaya bisa mencari solusinya.

"Situasi saat ini tentu sulit memberikan bantuan. Namun mau tidak mau harus di cari jalan keluarnya agar masyarakat tidak menjadi korban," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD lainnnya Gerson H Imbir. Ia menyatakan  beberapa kampung di distrik Tembagapura itu berdampak pada pasokan makanan atau sembako yang dibutuhkan masyarakat. Pasokan bahan makanan (Bama) sudah langka artinya sudah tidak dapat  karena beberapa kampung di daerah tersebut bergantung pada pasokan sembako dari Timika dan Freeport sendiri.

"Kami minta semua pihak dalam hal ini pihak keamanan bagaimana masyarakat yang terisolir saat ini bisa mendapatkan akses untuk bahan makanan,  khusus bagaimana keamanan, pendidikan dan kesehatan," katanya.

Gerson menjelaskan, dampak dari situasi ini, pendidikan dan kesehatan anak anak akan menjadi korban.


"Kami minta semua pihak untuk duduk memikirkan dan mengambil langkah-langkah. Saya tidak bicara konteks Freeport karena sudah ada Undang-undang yang menjamin keamanan objek vital nasional. Tapi hal ini terjadi di luar area Freeport. Permasalahannya bagaimana keamanan masyarakat di area itu bisa terjamin supaya aktivitas ekonomi, pendidikan dan kesehatan bisa berjalan kembali," tegasnya. (Tomy) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment