Pemkab Mimika Lamban Tangani Masalah Pomako

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Salah satu Tokoh masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku mewakili nelayan lokal, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika lamban menyelesaikan persoalan Poumako berdarah yang terjadi dua bulan lalu. Terkait hal itu, warga mengancam melakukan pemalangan jalan ke pelabuhan sampai ada penyelesaian dari pihak pemerintah.

“Kami sudah pertemuan antara nelayan lokal dan nelayan nusantara, kami mau tutup jalan ke pelabuhan,” kata Marianus kepada Salam Papua di kediamannya, Jalan Ahmad Yani, Minggu (8/10).

Menurut Marianus, dalam kurun waktu dua bulan ini, tidak ada respon baik dari Pemkab untuk menyelesaikan masalah di Poumako. Hal ini membuat banyak warga yang enggan untuk kembali tinggal di rumah karena trauma dengan kejadian bentrok antar nelayan lokal dan nelayan nusantara.

Ia mengungkapan, melalui pemberitaan di media, Pemerintah mengungkapkan akan turun tangan untuk menyelesaikan persoalan di Poumako, namun hingga saat ini tidak ada penyelesaian. Baik nelayan lokal maupun nelayan nusantara sama-sama dirugikan dengan kejadian itu, namun seolah-olah persoalan tersebut akan hilang seiring berjalannya waktu.

“Kami tunggu sampai sekarang, tapi pemerintah hanya janji. Semua dirugikan atas masalah ini, banyak warga yang tidak mau kembali karena trauma. Tapi sudah lebih dari dua bulan, pemerintah diam saja,” ujarnya.

Kendati demikian. Ia berharap ada respon baik dari Pemerintah untuk penyelesaian persoalan di Poumako. Apabila tidak, maka warga berjanji akan menutup akses menuju pelabuhan, baik di pelabuhan rakyat maupun pelabuhan PPI, sampai ada kejelasan penyesaian masalah Poumako.


“Kami harap bisa ada penyelesaian masalah ini secepatnya dari pemerintah,” tegasnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment