Pencanangan Smart City Terbentur Masalah Sampah

Bagikan Bagikan
Drs. Petrus Yanwarin
SAPA (TIMIKA) – Salah satu tokoh masyarakat Mimika Drs. Petrus Yanwarin mengatakan, Pencanangan Mimika menjadi Smart City oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika masih hanya sebatas mimpi karena pemerintah tidak mampu membenahi masalah-masalah yang sepele seperti sampah dan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) yang berlokasi di eks pasar lama.

“Kalau TPSS di tengah kota seperti itu, apabila ada tamu datang ke Timika lihat situasi model begitu apakah Timika wajar untuk menjadi smart city,” kata Petrus Yanwarin ketika ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Patimura jalur 4, Selasa (24/10).

Menurutnya, lokasi eks pasar lama yang saat ini digunakan untuk TPSS sebaiknya digunakan untuk membangun sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Bisa saja pemerintah membangun pusat bisnis atapun taman kota, sehingga lokasi tersebut tidak dibiarkan terbengkalai dengan sisa-sisa puing pasar yang sudah ditutupi tumbuhan.

Ia mengakui bahwa lokasi eks pasar lama bersengketa. Namun bagaimana caranya insiatif Pemkab Mimika untuk menyelesaikan persoalan tanah tersebut ke Pengadilan sehingga status tanah tersebut jelas sehingga bisa dibangun sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebab  terlihat sampah yang ditampung dilokasi eks pasar lama menghasilkan banyak lalat, ditambah dengan lokasi jual ikan yang tidak jauh dari situ. Hal tersebut akan mengganggu kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk mewujudkan kota smart city juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

“Kenapa Pemda membiarkan persoalan di masyarakat ini ada tiap tahun dan tidak ada solusi untuk tangani. Ini kebutuhan masyarakat yang setiap saat dilihat. Dengan tidak ditata baik lokasi pasar lama terlihat kota itu kotor. Kemudian aktivitas lalu lintas disitu juga macet dan Pemda tiap saat melihat hal itu tapi kenapa tidak ditangani,” katanya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment