Penerapan K13 Tingkat SD Terus Bertambah

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Jumlah SD yang menerapkan Kurikulum 2013 (K13) di Kabupaten Mimika terus bertambah dari tahun sebelumnya. Tahun ini sudah 75 SD yang melaksanakan K13. Di dalamnya, ada 2 SD yang melaksanakan K13 mandiri yakni SD Kuala Kencana dan SD Tembagapura.

"Tahun kemarin hanya 50 SD yang menerapkan K13 . Tetapi tahun ini ada tambahan sekitar 25 sekolah. 2 sekolah yang melakukan K13 mandiri yaitu SD Kuala Kencana dan Tembagapura," ujar Kepala Bidang Kurikukum SD Dispendasbud Kabupaten Mimika, Efraim Sarya kepada Salam Papua saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/10).

Dia mengatakan, meskipun SD Kuala Kencana dan SD Tembagapura telah menerapkan K13 secara mandiri tapi pelaksanaan ujiannya masih menggunakan KTSP. Tahun berikut kedua sekolah tersebut harus konsisten melaksanakan ujian berdasarkan kurikulum K13. Begitupun yang harus dilakukan oleh semua SD yang telah menerapkan K13. Khusus sekolah-sekolah yang belum menerapkan K13, kepala sekolah dan guru-gurunya akan dipanggil dan dilatih perihal kurikulum K13.

"Untuk sekolah yang belum menerapkan K13, tahun depan kepala sekolah dan guru-gurunya akan dilatih untuk terapkan K13. Dan bagi mereka yang sudah terdaftar mau tidak mau harus terapkan K13," katanya.

Permasalahan dalam menerapkan K13, Dia mengungkapkan, adanya kesulitan dalam memperoleh buku. Sebelumnya dianjurkan dana BOS dapat digunakan untuk membeli buku. Namun karena pencairan dana BOS tidak tepat waktu sehingga belum bisa terealisasi.

Ada juga sekolah yang menerapkan K13 secara tidak menyeluruh. Misalnya penerapan K13 hanya di kelas 1,2,4 dan 5, sedangkan kelas 3 dan 6 masih menggunakan KTSP. Pemberlakukan K13 secara menyeluruh tetap harus direalisasi, tapi dilakukan secara bertahap.

"Jadi tahapan dan langkah-langkah K13 ini terus diupayakan. Karena K13 ini fokus pada pembelajaran anak," ungkapnya.

Dalam kurikulum K13, mata pelajaran Matematika dipisahkan dengan mata pelajaran yang lain dalam modul. Itulah sebabnya, diperlukan tambahan guru Matematika untuk fokus mengajarkan mata pelajaran tersebut.


"Jadi selama ini guru kelasnya hanya Penjas dan Agama. Nanti akan ditambah dengan guru mata pelajaran Matematika tersendiri. Sebab dalam K13, Matematika tidak digabung," ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment