Pengendara Motor Ditabrak Hingga Tewas

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Kasus laka lantas mobil Avanza yang menabrak sepeda motor Honda Beat didepan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih, Sabtu (30/9), mengakibatkan korbannya seorang pengendara sepeda motor akhirya tewas. Kasus laka lantas ini terjadi akibat pengemudi Avanza yang menyetir dalam keadaan mabuk dan  tertidur.

Dari data  yang diperoleh Salam Papu, peristiwa tabrakan ini terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIT. Mobil Avanza putih bernomor polisi DS 1799 MF, dikemudikan oleh terduga pelaku  berinisial SR (27). Korban sepeda motor Honda Beat dengan nomor rangka MH1JF214GK247869 dan nomor mesin JFP2E1247562 tanpa nomor polisi, dikendarai  korban  bernama Yoseph Fernando Lasol (28) alias Cecen.

Peristiwa ini berawal ketika mobil Avanza yang dikemudikan pelaku dan ditumpangi seorang wanita bernama Ika Mei Wahyuni (26), melaju dari arah Timika menuju SP 3 Trans Lokal dengan melewati Jalan Cenderawasih. Pengemudi yang diduga sedang dipengaruhi minuman beralkohol, tertidur disaat mengemudi. Sehingga mobil yang dikemudikannya kehilangan kendali keluar dari jalur kiri, dan masuk ke jalur kanan.

Di saat yang bersamaan, korban yang mengendarai sepeda motor datang dari arah belawanan. Karena mobil sudah terlanjur mengambil jalur kanan jalan (Jika dilihat dari arah Timika-Red), korban tidak dapat menghindar. Akhirnya tabrakan terjadi, motor korban dan mobil pelaku jatuh ke dalam parit bersama pelaku dan penumpang didalamnya, sedangkan korban terjatuh dan tergeletak di atas aspal atau jalan.

Akibat tabrakan ini, korban yang mengalami luka berat berupa robek dan patah tulang kaki kiri dan kanan, meninggal dunia di lokasi kejadian, selanjutnya di evakuasi ke RSMM. Sementara pelaku dan penumpang wanita diamankan ke Kantor Satlantas Polres Mimika untuk dimintai keterangannya.

Kepala Satlantas (Kasatlantas) Polres Mimika, AKP Samuel D. Tatiratu, SIK saat di konfirmasi, Minggu (1/10), membenarkan adanya peristiwa laka maut yang berujung tewasnya pengendara sepeda motor. Ia juga membenarkan, pengemudi mobil Avanza saat peristiwa terjadi, baru saja sehabis konsumsi minuman beralkohol lalu mengemudi.

“Posisinya (Pelaku/pengemudi mobil-Red) baru selesai minum. Dekat TKP (Tempat Kejadian Perkara) dia ketiduran. Dia sadar posisinya sudah di dalam parit. Pada saat tabrakan, dia tidak tahu,” katanya.

Saat ini juga, kepolisian telah menerbitkan surat penahanan terhadap pelaku. Tetapi terkait dengan keberadaan penumpang perempuan, Kasatlantas mengakui benar, tetapi belum dipastikan apakah yang bersangkutan benar merupakan pekerja dilokalisasi Kilometer 10.

“Mamang ada perempuan, tapi kita belum tahu dari kilo 10 atau dari mana. Perempuan itu menjadi saksi,” ujarnya.

Menurutnya, sudah ada upaya mediasi yang dilakukan antara pihak korban dan pelaku pada Sabtu sore. Dimana permintaan pihak korban kepada pelaku, agar pihak pelaku dapat memperhatikan kedukaan dan proses pemakaman korban.

Kerugian material akibat kecelakaan maut ini ditaksir kepolisian mencapai Rp50 juta.

“Intinya dari keluarga korban meminta, keluarga pelaku memperhatikan kedukaan sama pemakaman, sampai permintaan sejumlah biaya. Namun dari kita petugas, kita harus netral. Makanya kita sampaikan, itu semua kembali kepada keluarga pelaku, karena polisi berdasarkan hukum positif. Damai atau tidak, kita tetap proses hukum. Tinggal nanti keputusan dari pimpinan yang lebih tinggi dalam hal ini pak Kapolres bagaimana,” katanya. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment