Peradaban Baru di Tanah Papua Diawali Kerja Keras Gereja

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai ibadah syukur HUT GKI ke 61 dan HUT ke 11 GKI Kotegorial Agats.
SAPA (ASMAT) – Peradaban baru yang sedang berjalan dalam semua sektor di seluruh tanah Papua dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain, sebagaimana yang dinikmati umat saat ini adalah hasil dari kerja keras para penginjil yang mengawali seluruh peradaban di tanah Papua.

“Mari kita bersyukur dan bersyukur. Dan kita harus jujur mengakui. Kita bisa seperti ini, karena para penginjil tak pernah kenal lelah berjuang dan bekerja keras mewartakan kabar suka cita Tuhan lewat pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Mari kita merenung baik-baik. Kalau mereka bisa menghasilkan buah seperti kita saat ini. Lalu, kita menghasilkan buah apa untuk keluarga dan sesama. Namun, kita tetap optimis bahwa kita dengan kemampuan dan berkat Tuhan yang kita terima, harus bisa berbagi kasih kepada sesama yang lain,” kata Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dalam sambutannya dihadapan dua ratusan lebih jemaat GKI Kategorial Agats pada ibadah syukur HUT GKI ke 61 dan HUT ke 11 GKI Kotegorial Agats, Kamis (26/10).

Dia mengajak warga jemaat menjadikan momentum HUT ke 61 GKI di Tanah Papua sebagai momen memotivasi diri para jemaat meningkatkan spiritualitas iman, kemandirian gereja dan melakukan hal-hal yang kongkrit demi kemajuan gereja dan kesejahteraan jemaat. Warga gereja pun harus mampu menjadi warga yang missioner, mandiri dan selebihnya diluar kemampuan jemaat menyerahkan kepada penyelenggaraan Tuhan sendiri.

“Saya terlalu yakin dan percaya apa yang disampaikan rasul Paulus berbunyi bukan manusia yang memilih Aku, melainkan Tuhan yang memilih Aku, Kis, 2: 40-47. Maka, mari kita setia dan taat pada Firman Tuhan sebagai kata rasul Paulus. Karena sepanjang umat percaya dan setia menjalani Firman Tuhan, pasti indah pada waktunya. Sehingga saya berharap apa yang disampaikan rasul Paulus bisa mengiinspirasi kita dan semua orang melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama,” katanya.

Senada dengan Bupati Asmat, Pdt. Yan Rumbewas, S.Th dalam perayaan syukur itu membacakan surat pastoral dari pekerja Am Sinode GKI Papua. Mengajak seluruh jemaat berpartisipasi aktif dalam pastoral yang kongkrit, seperti menjaga ketahanan keluarga dan peduli terhadap penderita HIV/AIDS, narkoba, ikut aktif memberantas minuman keras (Miras) dan melindungi dengan pendekatan konseling kepada anak-anak jalanan dan aibon.

“Kita diajak ikut terlibat penuh memberantas penyakit sosial dalam masyarakat. Dan lebih-lebih saya sangat berharap para pendeta, majelis dan umat memperhatikan sesama tetangga rumah yang hidupnya kurang beruntung. Dan ikut aktif secara kongkrit mendampingi anak-anak jalanan dan aibon. Saya perhatikan di beberapa tempat di Agats ketika saya bertemu mereka lumayan banyak anak-anak yang mengisap aibon. Mereka-mereka ini anak-anak Tuhan dan warga gereja kita. Termasuk anak-anak remaja kaum perempuan yang suka mengkonsumsi Miras, tolong diperhatikan dan diberi konseling,” ajaknya.

Ibadah syukur HUT GKI ke 61 dan HUT ke 11 GKI Kategorial Agats diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Yan Rumbewas, S.Th dan di rayakan dengan membagi hadiah  lomba baca kita suci kaum remaja dan anak-anak sekolah minggu dan jamuan makan siang bersama. (Fidel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment