Perda Miras Harus Diberi Sanksi dan Dijalankan

Bagikan Bagikan
Mgr. Jhon Philips Saklil, Pr.
SAPA (TIMIKA) – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Jhon Philips Saklil, Pr menegaskan, penerapan Peraturan Daerah (Perda) terkait peredaran Minuman Keras (Miras) harus diberi sanksi yang tegas. Pemberian saksi itu harus nyata bagi distributor dan agen lainnya serta para penikmat Miras.

“Percuma saja Perda itu ada kalau sanksinya tidak diterapkan. Coba kalau distributor yang ketahuan jual bebas ke anak-anak itu diberikan sanksi, yang jelas tidak akan ada anak-anak yang berani beli. Jadi, sanksinya itu harus dipertegas dan dilaksanakan,” kata Uskup Jhon ketika diwawancarai usai pembukaan kegiatan pameran dan basar dari menu  pangan lokal yang digelar Persatuan Wanita Katolik Republik Indonesia (PWKRI) Timika di Lapangan Gelael, Senin (16/10).

Menurut Uskup Jhon sanksi itu diterapkan dengan tujuan untuk memberikan efek jerah bagi para penikmat Miras dan distributor.  Perda Miras akan berarti, jika batasan penjualan kepada kalangan orang dewasa diperbolehkan dan kelompok remaja usia sekolah dan juga anak-anak dilarang. Maka, satu poin saja dilanggar maka, distributor tersebut harus diberikan sanksi tegas.

Dia menegaskan, secara nyata, tidak ada satu manusia yang bisa dilarang oleh manusia lain untuk mengonsumsi Miras. Namun menurut Uskup Jhon, hanya adanya sanksi atas Perda yang bisa memberikan efek jerah kepada pengkonsumsi.

“Misalnya kalau polisi menemukan ada anak-anak mabuk di jalan, itu harus langsung diangkut dan ditahan saja dan di penjara. Memang kenyataannya sekarang siapa yang melarang siapa untuk minum? Hanya saja aturan minum itu seperti apa? Itu makanya sanksi dari Perda itu sendiri harus dijalankan,” katanya.

Uskup mengakui sangat mendukung dengan adanya larangan peredaran Miras untuk  menyelamatkan sesama manusia. Meski, kenyataannya, saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian orang menggunakan Miras sebagai lahan bisnis. Akan tetapi, Perda diharapkan berjalan dan sanksi atas pelanggaran Perda harus dijalankan.

“Yang perlu dipertegas itu, tidak boleh jual di sembarangan tempat, penjual Miras harus mematok  
dengan harga mahal dan tidak boleh mabuk di area publik. Dan kalau polisi temukan orang yang mabuk di jalanan langsung di penjarakan,” harapnya. (Acik)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment