Petugas Kebersihan Mogok Sampah Menumpuk di Jalan

Bagikan Bagikan
Sampah di Jalan A. Yani tampak berserakan ke badan jalan.
SAPA (TIMIKA) – Seluruh petugas kebersihan Kabupaten Mimika mogok kerja lantaran tak menerima gaji bulanan. Akibatnya, sampah menumpuk di sejumlah ruas jalan dalam Kota Timika dan menimbulkan bau tak sedap.

Pantauan Salam Papua, Minggu (22/10) sampah  menumpuk di sejumlah lokasi, bahkan sudah menutup sebagian badan jalan, diantaranya Jalan Ahmad Yani, Kebun Sirih, Koperapoka, C.Heatubun, Nawaripi, Pendidikan, Kartini, KH. Dewantara, Budi Utomo, Bhayangkara hingga  ke Sarana Pemukiman (SP).

Tak hanya itu, trotoar tengah jalan yang merupakan tempat tanaman bunga ataupun pohon di sepanjang jalan Yos Sudarso kini dihiasi oleh beragam jenis sampah.

Salah satu warga Kota Timika, Rani Rahman kesal lantaran tumpukan sampah di depan rukonya yang tak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan.

"Sudah tiga hari sampah di depan ruko belum diambil petugas. Siapa tidak marah kalau warga yang dari dalam kompleks Konro kumpul sampahnya di depan sini. Bau sekali. Kita yang tinggal di depan tumpukan sampah merasa sesak napas dengan baunya itu," ujarnya.

Senada dengan Rani, Daeng Yunus mengatakan, proyek pembangunan ruko di tanah yang baru ia beli harus ditunda lantaran jalur masuk kendaraan proyek tertutup.

“Kita sudah pagari dengan seng. Tapi tumpukan sampah itu menghalangi sehingga membuat pembangunan ini berhenti sementara,” katanya.

Tak hanya itu, banyak masyarakat Kota Timika juga menyampaikan keluhan melalui social media (sosmed). Seperti yang terlampir pada akun Whatsapp Risky Juliandi.

“Katanya kebersihan sebagian dari iman. Timika memasuki predikat darurat sampah. Masalahnya sama. Tapi solusinya belum kelihatan. Perlu manajemen puncak dari Dinas Tata Kota,” katanya dalam akun sosmed pribadi.

Sama halnya pada sosmed Whatsapp, sosmed lainnya seperti Line, Twiter, Instagram, Facebook dan telegram, dipenuhi dengan keluhan bau sampah yang sangat menggangu.

Indra Ola dalam akun Facebook pribadinya, terlihat memasang foto tumpukan sampah yang berserakan di Jalan Ahmad Yani dan memuat berbagai komentar masyarakat di akun miliknya.
“Timika menuju kota yang bau. Petugas kebersihan dan Pemerintah Dinas Tata Kota ke mana? Seharusnya ini tidak terjadi,” ujarnya.

Indah, salah satu pengguna akun Facebook dalam komentar postingan Indra meminta pemerintah Dinas Tata Kota (Distako) untuk segera mungkin melakukan upaya pembersihan Kota Timika. “Percuma banyak slogan di pinggir jalan bahwa jagalah kebersihan, cintai alammu. Tapi nyatanya terbalik. Kami tunggu respon darimu Pak Kadistako,” ujarnya.

Sementara itu, Petugas kebersihan, Alex Ali Purung mengaku, sengaja melakukan aksi mogok tersebut. Gaji yang seharusnya diterima pada tanggal 6 Oktober, sampai saat ini belum diberikan.
"Kami terus dijanji-janji sama kepala dinas. Terakhir kali kami angkut sampah pada hari Rabu. Itu karena Kabid kami yang menyuruh. Katanya jam 10 pagi, gaji kita akan diberikan," ujarnya saat ditemui di tempat penampungan sampah, Pasar lama. Jumat (20/10)

Ia mengatakan, Kadistako perlu memberikan alasan gaji yang tak diberikan. Selain itu, koordinasi antara Kadistako dengan Kabid Kebersihan dinilai masih minim. Pasalnya, Kabid Kebersihan Kota Timika juga menyetujui aksi mogok petugas kebersihan.

“Kepala Dinas katanya ada diluar kota. Staf Distako di bidang administrasi juga tidak memberikan informasi mengenai gaji mereka, pak Kabid sendiri juga bilang, kerja kalau gaji sudah dikasih,” katanya.

Ali Purung berharap, Kadistako segera mungkin menyelesaikan persoalan administrasi petugas kebesihan sehingga petugas sampah bisa segera kembali bekerja.


“Jangan sampai masalah ini berlarut-larut. Kita juga butuh gaji untuk membayar kost, dan membiayai kebutuhan keluarga. Kita terpaksa membiarkan sampah itu begitu, supaya Kadis lebih memperhatikan masalah ini,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment