Program Buta Aksara Akan Menyasar ke Semua Distrik

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Tahun 2017 ini, bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Kabupaten Mimika akan melaksanakan program buta aksara di semua distrik yang ada di Kabupaten Mimika, yakni 18 distrik.

“Tahun ini, kita usulkan supaya semua distrik ada pelaksanaan progran buta aksara,” kata Kepala Bidang PNFI Kabupaten Mimika, Ignatius Batmomolin kepada Salam Papua saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/10).

Tahun sebelumnya, kata Ignatius, memang sudah ada program yang sama dan dilaksanakan di 12 distrik. Pada 12 distrik tersebut, juga dilengkapi dengan tim pengembang buta aksara pada masing-masing distrik. Sehingga untuk tahun ini juga program tersebut harus berkelanjutan, karena pendidikan dan pengajaran membutuhkan proses itu.

“Tetapi ini tergantung kebijakan pemerintah daerah. Dan kewajiban kami adalah mengusulkan program supaya program ini tidak boleh putus," ujarnya.

Teknis pelaksanaannya dilapangan, katanya lagi, dilaksanakan di tingkat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Tetapi, bisa juga tanpa melalui PKBM, yakni dengan membentuk tim pengembangan di tingkat distrik.

"Di Timika ini kita tahu bahwa geografis sangat berat, baik daerah pesisir maupun gunung. Dan ini membutuhkan dana yang bukan sedikit, dan membutuhkan tutor baik untuk PKBM, life skill, maupun program buta aksara ini bisa berlangsung di semua distrik," katanya.

Tahun ini PNFI telah mengusulkan program buta aksara untuk 18 distrik yang ada di Mimika, tetapi tidak diakomodir melalui Perbub. Oleh sebab itu akan di usulkan ulang pada pembahasan APBD-P.


"Jadi, untuk distrik yang belum ada program buta aksara yakni Kwamki Narama, Hoeya, Alama, Wania, Iwaka, dan Distrik Amar. Makanya tahun ini saya usulkan semua distrik,” ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment