Rahmat Pesta Budaya Asmat Mencapai 2,8 Miliar Rupiah

Bagikan Bagikan
Panitia membayaran hasil lelang anyaman dan ukiran dalam Pesta Budaya Asmat.
SAPA (ASMAT) – Berkat yang mengalir dari kemampuan mengukir indah para pengukir dan keterampilan seni menganyam noken beranekaragam corak yang eksotis dari mama-mama Asmat, mampu meraup hasil lelang ukiran dan anyaman dalam even Pesta Budaya Asmat ke 32 yang mencapai Rp2,8 miliar lebih.

“Ini berkat yang sangat besar bagi para pengukir dan mama-mama yang terampil menganyam noken saangat bagus. Mari kita bersyukur dan bersyukur. Kalau pesta budaya tahun lalu hanya 1,8 miliar rupiah. Kali ini hampir mencapi tiga miliar rupiah. Gunakan uang hasil lelang itu dengan hal-hal yang penting,” kata Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos didampingi Sekda Kabupaten Asmat, Bartholomeus Bokoropces dan Ketua Panitia Pesta Budaya Asmat, Emerickus Sarkol dihadapan ribuan warga Asmat, Kepala-kepala SKPD dan peserta Pesta Budaya Asmat pada penutupan Pesta Budaya Asmat, Rabu (25/10) senja.

Dia menyampaikan, perolehan hasil lelang tahun ini harus lebih besar lagi pada pesta budaya tahun berikutnya. Maka itu, para pengukir dan mama-mama yang terampil menganyam harus berupaya meningkatkan prestasi dan profesionalisme dalam mengukir dan menganyam. Sehingga, kemampuan dan jiwa seni yang dianugerahkan Tuhan bagi warga Asmat, selalu dipupuk dan dirawat hingga anak cucu.  “Saya mau tanya semua bisa tidak,” teriaknya disahut warga Asmat: “Bisa…….”  

Dia mengaku bangga dengan semua warga Asmat bisa menjaga ketertiban selama berlangsungnya Pesta Budaya Asmat ke 32, dan meminta maaf jika ada terselip sesuatu yang kurang menyenangkan hati warga masyarakat. Namun, dia menyebut hal itu tidak sedikitpun berniat untuk menyakiti hati warga masyarakat.

“Saya berterima kasih penyelenggaraan Pesta Budaya Asmat tahun ini selain kita dikunjungi Gubernur, Panglima, Kapolda dan pejabat penting dari Jakarta. Ini semua berkat kerja keras panitia dan partisipasi aktif warga Asmat. Untuk itu, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih. Dan saya minta maaf kalau ada sesuatu yang kurang menyenangkan hati kita semua. Meski saya sama sekali tidak berniat sedikitpun untuk menyakiti hati kita semua. Dormooo.. mari kita tutup Pesta Budaya Asmat tahun ini secara resmi,” katanya seraya menambah sebatang kayu pada tungku api Wayir disusul Sekda, Pastor Inosensius Retobjaan, Pr, Sekda dan Ketua penitia, Emerickus Sarkol serta menambuh Tifa bersama-sama menandai penutupan Pesta Budaya Asmat ke 32.  

Tampak usai penutupan, panitia sibuk membayar uang pembelian hasil anyaman para mama-mama hingga senja hari. Bahkan, senja itu, Bupati meminta pengertian para mama-mama menerima uang hasil jualan anyaman yang dibeli para SKPD, Kontraktor dan anggota DPRD Asmat dilanjutkan Kamis (26/10) pagi. “Bagaimana mama-mama bisa tunda pembayaran sampai besok pagi. Karena waktu semakin malam. Jadi, kita tunda sampai besok pagi,” teriak bupati disahut para mama-mama itu: “Bisa…..!” (Fidel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment