Ruang Kelas SDN 3 Memprihatinkan

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Mimika kondisinya sangat memprihatinkan. Plafon berlubang dan kayu penyangga rapuh dimakan rayap. Meski begitu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu tetap berlangsung.

Kepala SDN 3 Mimika, Urbanus, mengatakan, meski kondisinya sangat memprihatinkan, ruang kelas tersebut tetap digunakan lantaran sekolah sedang menunggu gedung baru yang rencananya baru akan di bangun tahun 2018 mendatang.

“Untuk kelas itu sendiri memang dibiarkan, karena akan dibongkar dan dibangun gedung berlantai dua tahun 2018. Pembangunan gedung berlantai dua sudah jadi sebanyak delapan ruang kelas. Ini untuk mencegah jumlah murid yang terus meningkat,” kata Urbanus saat ditemui Salam Papua di SDN 3 Mimika, Jalan Ahmad Yani, Jumat (20/10)

SDN 3 Mimika memiliki dua sisi ruang kelas, yakni sebelah utara dan sebelah selatan yang tergolong masih baru. Berbeda dengan sebelah utara yang mengalami kerusakan dan belum ada perbaikan.
“Ruangan itu memang sudah lama, sejak sekolah kami masih bergabung dengan SDN 1 Koperapoka yang sekarang di Pasar Damai,” katanya.

Menurutnya, perbaikan kondisi tiga ruang kelas tersebut justru akan menghambat pembangunan sarana dan prasarana di sekolah itu pada tahun 2018.

“Akan lebih baik dirubuhkan saja. Karena jika di rehab, minimal 5 tahun kemudian baru bisa dibongkar. Sedangkan perencanaan pembangunan gedung baru sudah dimulai,” ujarnya.

Sembari menunggu pembangunan gedung operasional selesai, murid-murid tetap belajar di ruang kelas yang kondisinya tak layak ditempati.

“Mau tidak mau, kelas itu akan terus dipakai hingga proses perubuhan terjadi. Kita harus bersabar. Untuk mendapatkan fasilitas yang baik, hal itu memang harus dilakukan,” tambahnya.

Urbanus juga menambahkan, penambahan infrastruktur di sekolah itu akan terus dilakukan demi menciptakan rasa nyaman pada semua pihak.


“Kami akan menimbun di area kelas yang kerap kali kebanjiran, selain itu kami akan membangun kantin di dekat kantor untuk mencegah makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti jualan yang diluar sana. Itu semua demi kenyamanan dan keselamatan murid,” katanya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment