SD Inpres Beriten Butuh Perhatian Pemerintah

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Sekolah Dasar (SD) Inpres Beriten di Kampung Beriten, Distrik Agats, Kabupaten Asmat membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah (Pemda). Lantaran salah satu gedung yang terdiri dari tiga ruang belajar, telah termakan usia.

Kepala SD Inpres Beriten, Suripto mengatakan, bangunan berkonstruksi kayu tersebut dibangun pada tahun 1982 silam. Kini kondisi gedung tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bangunan itu miring, dan sebagian plafon serta dinding sudah rusak

“Bangunan itu dibangun tahun 1982, sekarang digunakan untuk ruang belajar kelas 1, 2 dan 3. Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Hanya saja kami tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di situ,” ungkap Suripto, Kamis (5/10).

Dikatakan, sekolah tetap melaksanakan aktivitas belajar mengajar di ruangan tersebut. Hanya saja pada waktu tertentu, misalkan terjadi hujan deras atau angin kencang, pihak sekolah terpaksa memulangkan murid-murid.

“Ya kami tidak mau ambil resiko. Sebab kalau terjadi apa-apa, jelasnya sekolah yang harus bertanggung jawab. Kita tidak inginkan itu terjadi,” kata Suripto.

Menurut Suripto, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan setempat terkait kondisi bangunan tersebut. Tetapi belum ada tanggapan dari dinas. Diharapkan, pemerintah daerah dapat memperhatikan persoalan itu.

“Kami selalu memberikan laporan bulanan. Hanya belum ada respon dari Dinas Pendidikan. Kami sudah ke kantor juga. Saya pikir ke depan pasti ada bantuan dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Tahun 2015 lalu, katanya, pemerintah setempat membangun satu gedung untuk ruangan belajar kelas 4, 5 dan 6. Pembangunan gedung baru tersebut satu paket dengan rumah dinas kepala sekolah. Sementara di tahun 2016, pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum membangun akses jalan papan sepanjang 234 meter ke sekolah tersebut.

Suripto menambahkan, jumlah murid SD Inpres Beriten sebanyak 75 orang dengan 6 rombongan belajar (kelas 1 hingga kelas 6). Guru yang bertugas di sekolah itu sebanyak 6 orang, 2 PNS di antaranya tak aktif.


“Ada 3 PNS, 1 CPNS, 1 honor daerah dan 1 guru kontrak. Ada 2 pegawai negeri yang tidak aktif sampai hari ini,” pungkasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment