SD Tidak Layak Bakal Ditutup

Bagikan Bagikan
SAPA(TIMIKA) - Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika telah melakukan verifikasi sejumlah sekolah tingkat SD yang ada di Mimika. Dari hasil verifikasi yang dilakukan, Dispendasbud menemukan sedikitnya lima SD yang dinilai tidak layak menjadi sebuah lembaga pendidikan.

"Kami sudah Verifikasi SD dan ada lima sekolah tidak layak untuk dijadikan sekolah," kata Kepala Bidang Kurikulum SD, Efraim Saria, saat ditemui Salam Papua diruang kerjanya, Rabu (4/10).

Efraim mengatakan, verifikasi sudah dilakukan ke sekolah-sekolah yang berada disekitar wilayah kota. Karena dalam beberapa tahun terakhir, di lihat banyak sekolah baru yang bermunculan. Tetapi memang jumlah sekolah tersebut sudah sesuai dengan izin yang dikeluarkan oleh pejabat Dispendasbud sebelumnya.

Pihaknya pun tidak menyalahkan yang mengeluarkan izin tersebut, karena izin bisa dikeluarkan setiap waktu, asalkan kelayakan juga dapat di update setiap waktunya.

Menurutnya, suatu sekolah dibilang layak ketika sudah mempunyai lahan sendiri, gedung, guru, siswa, dan memiliki AD/ART. Dan paling sedikit memiliki anggaran sebesar Rp500 juta dalam rekening yayasan.

"Sekolah-sekolah yang kita temukan ini, ada sekolah di pojok-pojok gereja, ada yang tidak punya siswa, tidak punya guru, dan guru yang mengajar pun tidak mempunyai kualifikasi. Kemudian ada juga yang jumlah siswanya tidak sampai 20 orang. Jadi sekolah-sekolah ini kita akan tertibkan dan memberikan waktu untuk dibenahi. Apabila tidak ada perubahan, maka otomatis kita akan tutup,” katanya.

Kata Efraim, izin suatu sekolah bisa saja di cabut dan opersional berhentikan apabila sekolah dianggap tidak layak. Sebab, belakangan ini banyak yang beralasan mendirikan sekolah hanya untuk membantu putra putri daerah. Hal itu diakuinya baik, asalkan sekolah itu harus mempunyai tempat serta layak disebut sebagai suatu lembaga pendidikan.

"Jangan sampai beralasan untuk membantu putra-putri daerah lalu ditempatkan pada tempat yang tidak layak untuk belajar. Pemerintah siap membantu melalui dana insentif dan lain-lain, asalkan sekolah sesuai dengan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah," ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir, Dispendasbud tidak lagi mengeluarkan izin untuk mendirikan sekolah baru. Sebab, jumlah sekolah di Mimika khususnya di Kota Timika dan sekitanya, dianggap sudah cukup banyak.


"Sehingga nantinya kalau ada lagi yang meminta untuk mendirikan sekolah, maka kita akan betul-betul melihat perlengkapan sesuai aturan. Kalau tidak ada maka kita tidak keluarkan izin, karena ujung-ujungnya nanti pemerintah yang salah,” tuturnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment