SE LPMAK Menjawab Kritikan

Bagikan Bagikan
Abraham Timang
SAPA (TIMIKA) – Sekretaris Eksekutif (SE) Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Abraham Timang, Senin (30/10) kepada Salam Papua, menjawab kritikan yang disampaikan salah satu tokoh pemuda Amungme, Nalio Jangkup baru-baru ini.

Yang bersangkutan mempertanyakan kinerja SE LPMAK serta pelaksanaan program-program yang dianggap tidak berjalan dengan baik, dan meminta agar dilakukan evaluasi.
Menurut Abraham, apa yang dipertanyakan oleh Nalio, alangkah baiknya mendatangi langsung Kantor LPMAK lalu bertemu para pelaksana program dilapangan seperti SE, Wakil Sekretaris (Wase) maupun Kepala Biro.

“Perlu menyadari bahwa lembaga ini berhadapan dengan segala persoalan,” ujarnya.

Abraham menegaskan bahwa, saat ini LPMAK masih menjalankan sejumlah program baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Memang, untuk saat ini belum ada penambahan pendaftaran peserta seperti pada program pendidikan, karena melihat kondisi keuangan yang dialami LPMAK semenjak masalah yang menghantam PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku pemberi anggaran kepada LPMAK.

“Akhirnya ini semua program terpaksa kita sesuaikan dengan kondisi keuangan lembaga ini, ini yang perlu dilihat,” tegasnya.

Dijelaskan Abraham, kondisi-kondisi demikian yang dijalankan bukan merupkaan keputusan pihak neksekutor dilapangan seperti SE, Wase dan Kepala Biro. Melainkan itu mengacu pada keputusan Badan Pengurus dan Badan Musyawarah (BM) LPMAK, baik terkait keuangan maupun program.

“Jadi, semua program yang kita jalankan itu berdasarakan kondisi keuangan lembaga, itu menjadi dasar. Disini ada sistim atau prosedur keuangan lembaga, ada sistim atau prosedur pelaksanaan program, jadi semua ada. Kami sebagai pelaksana program langsung atau pelaksana harian langsung, tetap mengacu kepada keputusan yang telah dilakukan melalui rapat BP dan juga rapat BM, nah ini kami punya garis komando itu jelas,” terangnya.

Oleh sebab itu, jika ada hal-hal yang belum diketahui atau dipahami terkait apa saja yang saat ini tengah dilakukan LPMAK dibawah kepemimpinan SE Abraham Timang, ia mengharapkan para tokoh bisa datang dan menanyakan langsung, maka disitu akan dijelaskan apa saja yang menjadi pertanyaan terkait yang dilakukan LPMAK. Sebab, LPMAK tidak sembarangan dan sesuka hati menjalankan suatu program ataupun kegiatan, ada proses audit yang dilakukan dua kali dalam setahun guna mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dan program maupun kegiatan yang dilaksanakan.

“Kalau kita tidak menjalankan keputusan-keputusan ataupun juga tidak menjalankan prosedur yang ada, auditor bisa memberikan penilaian bahwa ini tidak benar. Maka, munculah kasus yang dulu yang disebut LPMI itu, itu bisa dibubarkan. Kalau terjadi begitu, lalu program-program yang ada ini mau dibawa kemana, anak-anak yang ada sekolah, yang ada kuliah ini mau bawa kemana. Jadi kita tetap mengedepankan kepentingan audit, nah ini menjadi suatu tolak ukur, yang mana perlu untuk kita menjalankan prosedur,” tuturnya.

Dengan kondisi keuangan yang ada, saat ini dibidang pendidikan, LPMAK belum menerima pendaftaran peserta bagi mereka yang ingin menjadi peserta baru. LPMAK masih tetap fokus dengan mereka yang berjumlah 800-900an pelajar yang kini masih duduk di bangkus SD sampai Perguruan Tinggi, baik di Papua, luar Papua maupun di luar negeri.

“Nah, program ini prioritas dan menjadi fokus LPMAK. Artinya kita tidak menambah peserta baru karena kondisi keuangan lembaga. Kalau kita mau tambah, kita mau bayar dengan apa?”

Sementara untuk bidang kesehatan, LPMAK terus membiayai sejumlah rumah sakit yang masih menangani masyarakat tujuh suku secara gratis, seperti misalnya Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas dan Rumah Sakit Waa-Banti.

“Ini hampir setiap tahun itu biaya kesehatan bisa kita habiskan 200-250 miliaran, nah ini uang bukan kecil. Jadi soal kesehatan tetap LPMAK biayai,” katanya.

Selanjutnya, bidang pengembangan ekonomi masyarakat, LPMAK pun hingga kini masih menjalankannya, seperti misalnya pendampingan bagi masyarakat para pelaku usaha yang menjadi target LPMAK untuk dapat dikembangkan usahanya agar menjadi lebih baik. Tetapi ada juga yang dihentikan pendampingannya karena dianggap tidak mampu mengembangkan dana yang diberikan LPMAK untuk meningkatkan usahanya.

“Tetap jalan yang mana ada kios buka usaha-usaha kecil, itu tetap jalan. Ada kadang ayam, kandang babi, ayam petelur, inikan jalan semua. Jadi ini semua masih jalan dan masih ada pendampingan disana. Ada juga kita melakukan pendampingan di sana malah dana itu tidak dipergunakan untuk mengembangkan usaha sesuai dengan tujuan awal. Nah itu harus kita hentikan. Jadi kalau orang tidak bisa usaha, ngapain di kasih dana, kan begitu. Sehingga kita lihat orang yang betul-betul mau belajar, dia mau usaha, itu yang menjadi fokus kita,” terangnya.

Sementara itu terkait kegiatan outbond diluar daerah yang sempat juga dipertanyakan juga, Abraham mengatakan kegiatan tersebut bukan sesuatu yang dilakukan sesuka hati para pelaksana, melainkan sudah diagandakan oleh BP dan BM sehingga itu dijalankan. Mengenai seperti apa tujuan dan hasilnya, itu semua akan dipertanggungjawabkan.


“Itupun juga suatu keputusan yang kita jalan. Jadi semua itu tidak bisa kita jalankan semaunya di lembaga ini, dan kita lakukan itu akan dipertanggungajwabkan akhir tahun,” katanya. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment