Sebelum UNBK 4 PKBM Ikut Simulasi

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Sebanyak empat (4) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Mimika, mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) gelombang ke 2 untuk paket B dan C. Kegiatan ini digelar selama 3 hari dan dimulai Senin (2/10) hingga Rabu (4/10), di lima (5) sekolah yang sudah ditentukan panitia.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen), Ignatius Batmomolin, S.Pd., M.Pd mengatakan, empat PKBM tersebut merupakan lembaga peserta yang telah dinyatakan lolos dalam sistem aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Nasional.

“Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat, bahwa seluruh PKBM mulai tahun 2017 harus mengentri data melalui apkikasi Dapodiknas,” kata Ignatius saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (2/10).

Keempat PKBM yang dimaksud adalah PKBM Sinar Baru yang terletak di Kampung Nawaripi, PKBM Kasibis di Kelurahan Kamoro Jaya - SP1, PKBM Fajar Timur di Kampung Manasari dan PKBM Bintang Timur di Distrik Jita.

Dengan berlakunya sistem yang baru, tutor atau pendamping lembaga PKBM diharuskan mengentri data melalui sistem aplikasi yang sudah ada. Sehingga yang diperoleh peserta secara keseluruhan yang akan mengikuti simulasi UNBK dari paket B berjumlah 83 orang, sedangkan paket C sebanyak 82 orang dari total empat PKBM yang ada.

“Untuk simulasi sebenarnya di mulai sejak hari Minggu, tetapi kami minta di panitia provinsi untuk konfirmasi ke pusat tambah satu hari, yaitu hari Rabu, karena kita baru mulai hari Senin,” ujarnya.

Sementara itu lembaga sekolah formal yang mendukung pelaksanaan simulasi UNBK untuk paket B dan C, adalah sekolah yang memiliki fasilitas komputer lengkap. Panitia menetapkan lima sekolah untuk menyelanggarakan simulasi UNBK ini, yakni SMA YPPK Tiga Raja dan SMK Petra untuk peserta paket C. Sedangkan untuk peserta paket B di SMK Hermon, SMK Harapan dan SMK Yapis.

“Jadi misalnya untuk PKBM Nawaripi yang pesertanya paket B, maka mereka ikut simulasi di sekolah yang sudah kita tentukan untuk penyelenggaraan paket B,” katanya.

Tujuan simulasi UNBK ini untuk menyiapkan peserta ujian, agar nantinya disaat ujian sebenarnya berlangsung, mereka ini sudah bisa mengoperasikan komputer saat itu juga.

"Harapan kita setelah simulasi ini para peserta paket B dan C dari lembaga PKBM, di ajar dan dilatih. Supaya pada hari H mereka bisa mengoperasikan komputer. Namun apabila peserta dari ke empat PKBM tidak hadir selama simulasi, maka dengan tegas peserta di anggap mengundurkan diri atau batal,” terangnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan UNBK paket B dan C sendiri, baru akan dilaksanakan pada pekan depan, tepatnya tanggal 10 Oktober.

“Namun sebelum UNBK, akan diadakan Ujian Sekolah (US) mulai tanggal 4 hingga 7 Oktober 2017,” katanya.


Pelaksanaan UNBK hanya berlangsung satu sesi, dengan mata pelajaran untuk paket C diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan PPKn. Sedangkan untuk paket C adalah Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, IPS, Bahasa Inggris dan IPA. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment