Sejumlah Kepala Distrik Bakal “Diistirahatkan”

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) — Bupati Asmat, Elisa Kambu menegaskan, pemerintah setempat bakal “mengistirahatkan” alias memberhentikan sejumlah kepala distrik.yang dinilai tidak mampu bekerja.
Bupati Elisa Kambu bahkan mengungkapkan, ada kepala distrik yang justru menghembuskan isu yang tidak benar dan memprovokasi masyarakat sehingga berdampak terhadap stabilitas keamanan di Asmat.

“Di Fayit sangat parah. Sensus tidak berjalan baik. Ini karena kepala distriknya tidak bertanggung jawab. Masyarakat menjadi takut karena ada informasi-informasi yang tidak benar,” ungkap Bupati Elisa Kambu ketika membuka Rapat Kerja Kepala Distrik se-Kabupaten Asmat, Selasa (10/11).

Beberapa waktu sebelum sensus dilaksanakan, ungkap bupati, kepala distrik Fayit menyebarkan informasi kepada masyarakat setempat bahwa ada dua kapal perang yang bersandar di Pelabuhan Agats dan akan berlayar ke Fayit.

“Waktu saya ke Fayit, sebagian besar masyarakat takut dan lari masuk hutan. Saya peroleh informasi dari tokoh-tokoh masyarakat bahwa kepala distrik menyebarkan informasi ada 2 kapal perang sedang menuju Fayit. Isu ini berdampak terhadap kegiatan sensus di Fayit,” ungkapnya.

Bupati Kambu menyatakan bahwa ia sudah memberikan penjelasan kepada masyarakat sehingga situasi kamtibmas di distrik itu kembali normal. “Nanti ada sanksi bagi kepala distrik dan aparat kampung di sana,” tegasnya.

Ia menjelaskan, contoh kasus di Fayit menunjukkan ketidakmampuan kepala distrik memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya. Tidak hanya Fayit, sambung bupati, ada banyak kepala distrik dinilai tidak mampu bekerja.

“Sudah satu tahun, jadi evaluasi. Saya akan tindak tegas untuk beberapa kepala distrik. Akan kita istirahatkan begitu. Kita berikan kepada orang yang mau bekerja dengan setulus hati, bukan membawa isu-isu tidak benar,” tuturnya.

Elisa Kambu menambahkan, tugas utama kepala distrik adalah memastikan negara selalu hadir untuk rakyatnya. Tidak ada satu pemerintahan pun yang ingin menyusahkan atau mencelakakan masyarakatnya.

“Kecuali bagi mereka yang secara nyata dan benar ingin melakukan hal-hal provokasi, memecah belah persatuan dan kesatuan, dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Orang-orang seperti ini baiknya diistirahatkan saja,” tegasnya lagi. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment