Sekolah Wajib Ajak Siswa 1 Jam di Perpustakaan

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kepala Kantor Perpustakaan Daerah dan Arsip Daerah (Perpusda), Jacob Toisuta menghimbau semua kepala sekolah (Kepsek) untuk mengajak siswa datang ke perpustakaan guna menumbuhkan minat baca di Kabupaten Mimika. Pasalnya, perpustakaan memiliki banyak buku yang merupakan  gudang ilmu.

“Kita harus memanfaatkan perpustakaan yang ada. Sekolah harus menyediakan waktu sejam untuk mengajak siswa membaca di perpustakaan dan menerapkan apa yang dibaca,” ujarnya saat ditemui Salam Papua di ruang baca Perpusda, Jumat (13/10).

Dia mengatakan, hanya beberapa sekolah di Mimika yang mendukung upaya program meningkatkan minat baca siswa. Di antaranya Madrasah Hidayatullah dan Sekolah Taruna.

“Setidaknya sekolah lain juga harus mengajak siswanya. Sehingga perpustakaan tidak menjadi tempat pembuangan. Memiliki banyak fasilitas tanpa pengunjung,” kata Jacob.

Selain itu Dia mengungkapkan, kondisi ruangan menjadi kendala lantaran persoalan sengketa lahan yang belum selesai. Hal tersebut menjadi faktor penyebab kurangnya jumlah pengunjung. Walaupun sudah dilakukan beberapa pendekatan untuk menarik minat pengunjung.

“Untuk menarik pengunjung, kami sudah menyediakan layanan internet. Yah, tapi itu. Ruang bacanya terbilang sangat kurang,” ungkapnya.

Sembari menunggu gedung perpustakaan yang baru difungsikan, kata Jacob, pemerintah, guru, dan orangtua harus saling mendorong untuk mengajak siswa budayakan membaca.

“Suruh mereka, saat pulang sekolah datang ke sini untuk membaca apa yang disukai lalu mengambil tanda tangan petugas perpustakaan sebagai bukti telah mengunjungi,” katanya.

Menurut Jacob, Sumber Daya Manusia harus diperhatikan. Karena banyak petugas perpustakaan yang tidak memiliki konsep pengembangan diri sebagai pustakawan.

“Semua fasilitas telah mendukung. Hanya SDM yang kurang. Kami menyadari bahwa saat ini mereka belum memiliki kesadaran bahwa mereka mempunyai tanggungjawab untuk membantu pemerintah menumbuhkan minat baca. Sama seperti para guru yang hanya sekedar memberi materi tanpa membuat siswa paham akan materi tersebut,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya kerjasama dari sekolah, setiap siswa dapat membudayakan gemar membaca buku di tanah Amungsa ini.


“Meski masih di gedung ini, semoga dengan langkah mengajak siswa sejam di perpustakaan dapat mengurangi pengaruh gadget yang menjauhkan siswa dari buku,” harapnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment