Seluruh Pelaku Usaha Kesehatan Wajib Mempunyai IPAL

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mimika,  Ir. Limi Mokodompit  mengatakan bahwa seluruh Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Timika wajib untuk menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal dilakukan agar limbah medis dapat diolah serta layak dibuang ke lingkungan.

"Seluruh klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit diwajibkan untuk menggunakan IPAL.  Untuk menampung limbah medis klinik dan rumah sakit ataupun Puskesmas. Saat ini belum ada hal-hal yang menyimpang yang terjadi di Timika. Semuanya masih sesuai dengan ketentuan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika," kata Limi ketika di temui wartawan di lapangan Timika Indah, Senin (9/10).

Dia menambahkan, BLH belum menerima adanya laporan penyimpangan terkait pembuangan limbah medis. Pengawasan terpadu dilakukan oleh BLH. Pengawasan yang di lakukan BLH Cukup jelas yakni melakukan pencekan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL).

UKL-UPL, adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan. (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan).

“Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit harus memiliki UKL/UPL. Apabila belum miliki dokumen tersebut, maka pelaku usaha harus membuatnya. Kalau sudah memilikinya, pengelolaannya harus di laporkan sekali dalam 6 minggu ke BLH,” tambahnya.

Selama ini, tidak ada masalah terkait pembuangan limbah medis dan dokemen UKL/UPL. Hanya saja, klinik-klinik yang baru buka wajib untuk membuat IPAL atau dokumen. Apabila mereka tidak mempunyai dokumen lingkungan maka Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika akan mencabut izin usahanya

“Sanksi yang diberikan bisa berupa pencabutan izin. Apabila ada temuan kita akan berikan sanksi karena sudah melanggar aturan. Namun, sampai saat ini BLH belum menerima laporan adanya pelanggaran ataupun penyimpangan dari klinik rumah sakit dan Puskesmas di Timika,” tegasnya.

Apabila ada temuan seperti yang dikatakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terkait pembuangan limbah medis, Limi mengatakan, itu merupakan ranah mereka untuk segera melaporkan itu. Namun, sampai saat ini Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika belum menerima Laporan atau aduan dari masyarakat terkait adanya pembuangan limbah ataupun pelanggaran yang dilakukan oleh klinik Puskesmas maupun rumah sakit terkait pembuangan limbah medis.

“Apabila Dinkes mengatakan adanya temuan pembuangan limbah medis, itu dinkes sendiri yang membuat laporannya. Sejauh ini BLH belum menerima laporan tersebut,” tegasnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment