Tahun Ini Pembangunan PLTMG Belum Bisa Direalisasikan

Bagikan Bagikan
Salmon Kareth
SAPA (TIMIKA) - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) oleh PT PLN area Timika belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Gagalnya pembangunan karena hingga kini masih terganjal masalah pembebasan lahan yang sampai saat ini juga sedang diupayakan oleh tim pengadaan tanah dari BPN provinsi maupun kabupaten.

“Waktu kita di 2017 ini tinggal dua bulan saja, itu berarti kita tidak mungkin memulai pembangunnya di tahun ini juga. Beberapa minggu lalu kami dengan BPN provinsi dan kabupaten melakukan sosialisasi dengan masyarakat pemilik tanah. Jadi, kita tinggal tunggu proses selanjutnya dari tim pengadaan tanah itu dari BPN provinsi, kabupaten dan panitia yang sudah terbentuk,” kata Kepala PLN area Timika, Salmon Kareth saat ditemui di Kantor PLN, Selasa (24/10).

Menurutnya, tahapan pengadaan harus dilalui semua, setelah itu baru masuk ke tahapan penyelesaian pembayaran, dan selanjutnya PLN melanjutkan dengan pelaksanaan pembangunannya.

Target awal, pembangunan dilaksanakan tahun 2017 ini, tetapi karena waktu sudah molor jauh maka pembangunan tidak bisa dilakukan tahun ini.

“Berarti tahun depan baru kita mulai kerja, karena kurang  lebih satu atau dua bulan kedepan ini untuk penyelesaian masalah tanah ini,” tuturnya.

Pembangunan PLTMG harus cepat dikerjakan, karena akan sangat membantu Mimika untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON XX tahun 2020 mendatang.

Selain itu, juga dapat membantu kondisi PLN saat ini, dimana beban dan kebutuhan tenaga listrik di masyarakat semakin terus bertambah, sedangkan kemampuan mesin yang ada hanya memiliki kapasitas dan daya terbatas.

“Kita harap tim ini bisa kerja cepat dan segera serahkan ke PLN untuk realisasikan pelaksanaannya. Jika sudah, nanti ada transmisi ke kota lagi dan semua ini butuh waktu ekstra untuk semuanya bisa selesai,” harapnya.

Diakuinya bahwa, penyelesaian Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sudah selesai dilakukan sehingga tidak ada lagi masalah. Dengan demikian, menurut dia, pihaknya tinggal menunggu kepastian dari BPN, karena BPN yang harus turun lapangan untuk mengukur serta memastikan hak kepemilikan lahan yang sah.

Tahun depan, 2018, daya yang akan di bangun 10 megawatt, selanjutnya akan di tambah 40 megawatt dilokasi yang sama. Untuk daya 10 megawatt dipastikan bisa selesai di bangun pada tahun 2018 mendatang.


“Kita butuh 10,4 hektar lahan untuk pembangunan PLTMG. Sehingga tahapan ini harus melalui Provinsi Papua, dan tahapan itu sudah kita lalui dan sekarang tinggal proses tahapan pembebasan tanah,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment