Tangkal Radikalisme Dengan Mengentas Kemiskinan

Bagikan Bagikan
Prof KH Ma’ruf Amin
SAPA (TIMIKA) - Rois Aam Pengurus Besar  Nahdlatul Ulama ( PB NU) sekaligus Ketua Majelis Umat Islam (MUI) Indonesia,  Prof KH Ma’ruf Amin mengakui,  kemiskinan merupakan salah satu penyebab utama tergabungnya sebagian orang dalam lingkaran paham radikalisme di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan.

“Akibat dari kemiskinan itu sangat mempermudah masuknya pengaruh. Karena kemiskinannya, ketika ditawari maka dia mau saja. Karena mau tidak mau dia harus bisa keluar dari kemiskinannya,” ungkap KH Ma’ruf saat diwawancarai usai menghadiri acara Dialog Kebangsaan yang dilakukan NU dan MUI Mimika di salah satu hotel di Timika, Jumat (27/10).

Ma’ruf menjelaskan. kemiskinan yang dimaksud bukan hanya secara ekonomi atau material, namun kemiskinan dalam iman. Dengan demikian, pemerintah harus terus berupaya dalam mendorong pengentasan kemiskinan dua faktor tersebut.

Menurut dia, pengentasan kemiskinan ekonomi bisa dilakukan dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan dan bantuan modal dalam mendirikan satu usaha. Sedangkan untuk pengentasan kemiskinan iman harus dilakukan dengan cara selalu menjalin kerja sama dan merangkul seluruh masyarakatnya dalam satu kegiatan kerohanian.

Ia mengatakan, banyak pemberontak yang berhasil ditampung oleh pemerintah menjadi manusia yang lebih berguna. Hal tersebut diakuinya, bisa dilakukan dengan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan.


“Miskin itu bukan cuma dibidang ekonomi saja, tapi kemiskinan iman juga akan lebih parah dan mempermudah seseoang masuk dalam paham radikalisme itu. Di situ peran pemerintah juga harus lebih intens,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment