Tata Kelola Puskesmas Agats Dibenahi

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Puskesmas Agats mulai melakukan pembenahan terhadap puskesmas tersebut, setelah sejumlah stafnya mengikuti pelatihan dan pendampingan terkait tata kelola puskesmas yang diselenggarakan oleh Program Perbaikan Layanan Pendidikan Dan Kesehatan (Landasan) Papua di Jayapura, beberapa waktu lalu.

“Saat teman-teman kembali dari pelatihan Landasan, saya minta mereka mengimplementasikan apa yang telah terima dari program tersebut. Kami sangat menyambut Program Landasan yang digalakkan teman-teman KOMPAK,” kata Kepala Puskesmas Agats, Natan Rias, SKM, Jumat (6/10).
Menurut dia, pelatihan dan pendampingan oleh Landasan Papua terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) tata kelola puskesmas. Puskesmas Agats telah melakukan beberapa pembenahan, di antaranya memperindah dan mempercantik ruangan-ruangan puskesmas, memasang struktur organisasi dan membuat kotak saran.

Puskesmas yang berada di ibukota Kabupaten Asmat ini juga mulai menata  pelayanan dengan menempatkan petugas di setiap ruangan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsinya, seperti di ruangan tata usaha, ruangan tensi, loket pelayanan dan apotik.

“Termasuk membuat jadwal atau rolling petugas di setiap unit layanan untuk satu bulan. Selain itu, kami juga meningkatkan pelayanan melalui 5 pustu dan 2 posyandu yang tersebar di 14 kampung. Dari 5 pustu itu, satu pustu yang tidak aktif,” kata dia.

Diterangkan, pelayanan Posyandu dijadwalkan sebulan sekali dengan pelayanan rutin, seperti imunisasi bayi, pemeriksaan ibu hamil dan lansia. Usai kegiatan posyandu, petugas memberikan pelayanan umum untuk kategori penyakit ringan, seperti malaria dan ispa.

“Di tiap pustu, kami tempatkan dua tenaga medis. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, mereka membuat laporan tentang persediaan obat, perkembangan penyakit, laporan kematian dan sebagainya,” tuturnya.

Natan menambahkan, penyakit yang dominan pada masyarakat di Agats umumnya infeksi saluran pernapasan (ispa) dan malaria. Penanganan penyakit serius seperti tibi, langsung ditangani petugas khusus.


“Kami sudah ikuti Program Landasan Papua dengan baik, hanya saja kami masih kekurangan sarana prasarana serta fasilitas medis. Sejumlah ruangan juga belum difungsikan baik, seperti ruangan poli gigi,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment