Telkomsel Galakkan Program Mengajar di Papua

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Regional Papua-Maluku menggalakkan Program Mengajar di sekolah-sekolah dasar (SD) yang berada di daerah terpencil di Papua. Program yang diberi nama Papua Maluku Help Raise Action Teach Share (Puma Heroes) tersebut telah dua kali dilaksanakan.

“Pertama kami laksanakan pada 29 Juli 2017 di SD YPK Immanuel Dondai, Sentani, Jayapura. Kali kedua kami laksanakan di SD Inpres Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat,” kata Vice President ICT Network Management Telkomsel Area Papua Maluku Sulawei Kalimantan (Pamasuka), Samuel L. Pasaribu usai mengajar di SD Inpres Syuru, Jumat (20/10).

Samuel menjelaskan, program Puma Heroes merupakan salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial PT. Telkomsel di bidang pendidikan. Program ini secara khusus menyasar sekolah-sekolah dasar di daerah terpencil.

“Kami tidak hanya semata bisnis, seperti menghadirkan sinyal atau internet seperti yang kami lakukan selama ini. Tapi kami juga hadir ke tengah masyarakat untuk mewujudkan tanggung jawab sosial, ” katanya.

Ia mengatakan, program Telkomsel mengajar diagendakan dua bulan sekali. Proyek Telkomsel-Nokia tersebut menjangkau sekolah-sekolah di daerah pelosok, sebagaimana motto Telkomsel untuk menghadirkan sinyal telepon di seluruh pelosok.

“Kami mengajar dan mendidik, memberikan mata pelajaran seperti bahasa inggris dan kewarganegaraan. Tidak hanya itu, kami juga membuka wawasan anak-anak agar mereka bisa meraih cita-citanya,” kata Samuel.

Menurutnya, dalam memberikan pelajaran dan ilmu pengetahuan umum, pihaknya menggunakan metode yang sederhana, mudah dipahami dan diterima oleh anak-anak sekolah dasar. “Kami menjelaskan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dimengerti. Terutama terkait apa yang dicita-citakan oleh anak-anak,” tuturnya.

Samuel menambahkan, alasan dipilihnya SD Inpres Syuru karena sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah dasar yang terlama di Distrik Agats, Kabupaten Asmat. Sekolah tersebut dibangun tahun 1982 silam.


“Jadi kami memang sengaja memilih yang paling unik, seperti sekolah tertua ini. Di bulan Desember akan kami laksanakan lagi, masih di seputar Papua,” pungkasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment