Tembagapura Diserang KKB PT Freeport Bunyikan Sirene

Bagikan Bagikan
Personel Brimob saat merespon tembakan dari KKB
SAPA (TIMIKA) - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi serangan penembakan di area Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, yakni menembak Mapolsek Tembagapura pada Minggu sekitar pukul 14.00 WIT. Sebelumnya juga pada pukul 10.15 WIT, KKB menembak Pos Brimob di Mile Point  (MP) 67.

Konfirmasi resmi dari Corporate Communications (Corpcom) PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Vice Presiden (VP) Corpcomm PTFI, Riza Pratama terkait peristiwa penembakan menyebutkan, pada Minggu, (29/10) Security Risk Management telah mengkonfirmasi terjadinya tembakan di area antara pos polisi dan Utikini di dekat Banti, yang kemudian memicu pengaktifan kembali sirine kota sebanyak dua kali pada pukul 10.20 dan pukul14.20 WIT. Pihak aparat keamanan saat itu langsung menyelidiki laporan-laporan tersebut lebih lanjut.

Riza menjelaskan,  lalu lintas antara Hidden Valley dan Tembagapura untuk saat ini (minggu siang-Red) dibatasi hanya untuk pengawalan kendaraan lapis baja dan kendaraan yang dilengkapi anti peluru. “Pada sore hari (minggu sore-Red) aparat keamanan telah memberikan status aman kepada warga komunitas Hidden Valley dan Tembagapura untuk kembali melakukan kegiatan normal,” kata Riza.

Informasi lain yang diperoleh, dalam memo yang langsung disebar manajemen Freeport ke seluruh departemen perusahaan, disebutkan bahwa sirene kota diaktifkan setelah menerima laporan mengenai tembakan di sekitar MP 67, di atas area Kawiki Shop.  Disebutkan juga bahwa pasukan Brimob telah merespon aksi penembakan tersebut, dan seluruh warga komunitas diminta tetap tinggal di dalam kediaman masing-masing sampai pemberitahuan selanjutnya.

Konvoi kendaraan kedua arah (Timika-Tembagapura dan sebaliknya) dihentikan. Akses jalan antara Hidden Valley dan Tembagapura pun ditutup. Disamping itu, manajemen Freeport mengimbau seluruh pekerjanya agar menghubungi "Command Center" jika dalam situasi darurat, kemudian melaporkan hal-hal mencurigakan ke Security Hotline di 5464444 (Lowlands) atau 546-0000 (Highlands).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal melalui siaran pers mengatakan pada pukul 14.00 WIT terdengar bunyi tembakan dari arah barat Mapolsek Tembagapura sekitar 400 meter yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebanyak tiga kali letusan.

Pukul 14.10 WIT, anggota Timsus Polda Papua melepaskan satu tembakan senjata api jenis kastior ke arah sisi kanan bukit samping Polsek dengan jarak 400 meter ke arah barat serong 30 derajat ke kanan dari Mapolsek guna mengetahui posisi kelompok kriminal bersenjata jika ada di sekitar jatuhnya peluru kastior.

Kamal mengatakan, informasi yang dihimpun Polsek Tembagapura, kelompok KKB telah membuat jalan di atas pos keamanan, di atas bekas pos lama yang sebelumnya dibakar di kampung Utikini lama dan bersiaga di semak-semak pada sisi kiri dan kanan jalan.

Kamal menegaskan,  insiden itu tidak menyebabkan korban jiwa dan hanya kendaraan operasional yang digunakan Brimob terkena tembakan saat sedang parkir di depan pos.

"Sempat terjadi baku tembak dengan KKB sesaat setelah pos Brimob ditembak, dan kelompok penyerang melakukan penembakan dari ketinggian," katanya.

Kamal menjelaskan, sekitar pukul 10.38 WIT, Satgas Brimob melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penembakan yang melarikan diri ke area Hidden Valley MP 66.  Sementara warga dievakuasi menuju Sporthall MP 68, kota Tembagapura, agar terhindar dari aksi penembakan.

Seorang karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya mempertanyakan keseriusan aparat keamanan di Mimika dan Papua dalam mengantisipasi dan mengatasi aksi penembakan yang dilakukan oleh pihak yang diduga KKB.

“Tembagapura ditetapkan Siaga Satu, bagaimana bisa KKB bebas memiliki akses masuk sampai ke Tembagapura dan melakukan aksi penembakan ke Mapolsek? Ini memalukan sekali. Penembakan sebelumnya yang dilakukan terhadap mobil ambulans RS PT Freeport itu juga aneh. Bagaimana mungkin KKB bisa leluasa masuk ke daerah Utikini dan Banti, belasan orang berkumpul dalam satu rumah, lalu bebas melepaskan tembakan ke mobil ambulans? Aparat keamanan dalam Siaga Satu itu buat apa saja?,” tanya karyawan ini.

Karyawan ini meminta Polda Papua, Polres Mimika, TNI dan pihak keamanan lainnya serius menjaga keamanan obyek vital nasional PT Freeport, karena itu sudah menjadi tugas yang harus dilaksanakan. Aparat keamanan mestinya melakukan langkah antisipasi. Dengan adanya aksi penembakan tersebut, sebelumnya hanya di MP 67, tapi kini bergeser memasuki Tembagapura, harusnya aparat keamanan mempelajari arah penggerakan ini dan melakukan pencegahan.

“Aparat keamanan harusnya sudah tahu jalan tikus yang akan dilewati KKB dan melakukan penghadangan di sana. Bukan cuma menunggu ditembaki lebih dulu, baru membalas tembakan, lalu melakukan penyisiran dan pengejaran. Ini namanya aparat keamanan tidak lebih dari petugas pemadam kebakaran. Kalau dilakukan pengejaran, mau kejar ke mana? Bukankah pengejaran yang dilakukan sama saja dengan menyerahkan nyawa anggota ke KKB?,” katanya.

Karyawan ini sebelumnya sudah percaya pada Polri dan TNI, tapi kejadian dalam beberapa hari terakhir ini menggambarkan aparat keamanan seperti tidak berdaya dan tidak mampu mengatasi gangguan teror yang terjadi.

“Kami karyawan mau percaya siapa lagi, kalau bukan Polri dan TNI. Jadi tolong tunjukkan keseriusannya. Kami ini ingin Tembagapura aman dan damai, kami ingin bekerja normal, aman ke Timika, kembali ke Tembagapura juga aman. Keluarga kami di Timika juga merasa tenang, tidak takut kami jadi korban penembakan,” ujarnya. (Red/Ant)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ini bukan kkb ini bukan Otk
    Itu Tentara Pembebasan Nas ional Papua Barat
    Itu Mau merdeka itu indonesia kau buka sudah mau merdeka baru kenapa harus kamu kaget makainya sebelum hujan siapkan payung 🆗

    ReplyDelete