Tembagapura Siaga Satu

Bagikan Bagikan
AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.SI
SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.SI mengatakan, pasca penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Utikini Tembagapura, , pihak keamanan langsung menaikan status keamanan di sana menjadi siaga satu. Sebab KKB pimpinan Shabinus Waker telah berani menyerang hingga ke Tembagapura atau MP 67.

“Memang situasi ini kita perlu antisipasi. Karena itu semenjak tiga hari lalu itu kita sudah siaga satu, khususnya di wilayah Tembagapura,” kata Kapolres saat ditemui wartawan di Sentra Pelayanan Polres Mimika jalan Cendrawasih, Rabu (25/10).

Terkait dengan kasus penembakan di Utikini, Kapolres mengatakan Polsek Tembagapura telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. “Untuk penembakan ambulans yang dilakukan kelompok Shabinus Waker ini, kita telah olah TKP, kemudian pemeriksaan sejumlah saksi,” kata Kapolres.

Kapolres Mimika juga mengecam aksi penembakan terhadap mobil RS PT Freeport Indonesia (PTFI). Menurutnya tindakan penembakan itu telah melanggar aturan internasional. Sebab kendaraan medis atau Palang Merah saat berada di medan perang tidak bisa menjadi sasaran tembak, karena mereka melaksanakan tugas kemanusiaan.

“Sangat disayangkan yang ditembak adalah mobil medis. Dan sesuai aturan internasional mobil rumah sakit itu tidak bisa menjadi sasaran tembak. Dan ini sangat-sangat  kita kecam,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa (24/10), sebuah kendaraan RS Tembagapura yang dilengkapi anti peluru (Armored) dengan nomor lambung 01-4414 R hendak mengantar pasien yang selesai melahirkan dari RS Tembagapura ke RS Banti, saat tiba di Utikini kendaraan tersebut ditembaki KKB, sehingga menyebabkan kaca mobil hancur dan pasien yang telah selesai melahirkan terkena tembak di paha kanan.

Kamtibmas  Mimika Aman

Selain itu, Kapolres Mimika mengatakan, aksi penembakan yang dilakukan oleh KKB tidak berpengaruh pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) di Mimika. “Sejauh ini kondisi keamanan di Mimika masih aman,” kata Kapolres.

Walau demikian, Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan orang lain, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Kapolres juga meminta seluruh masyarakat agar bekerjasama dengan kepolisian. Bila mendapati sesuatu pergerakan yang mencurigakan di lingkungan sekitar, segera melaporkan hal tersebut kepada kepolisian sehingga kepolisian bisa bekerja secepatnya untuk mengamankan situasi.

Sementara itu Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (174/ATW) Brigjen TNI Asep Setia Gunawan siap menambah personel untuk membantu pengamanan di area pertambangan emas PT Freeport Indonesia distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

"Intinya TNI sudah siap, berapapun personel yang diminta kita siap untuk kirim ke sana. Pada dasarnya apapun bentuknya kita siap memberikan bantuan," kata Asep di Timika, Rabu (25/10).

Menurut Asep, selama ini sudah ada personel TNI yang telah disiagakan bersama dengan satuan tugas pengamanan objek vital nasional (Satgas Amole) yang melakukan penjagaan di area sekitar PT. Freeport Indonesia. Sistem pengamanan di area Freeport selama ini sudah dilakukan secara berlapis seperti pada ring satu itu ditempati oleh Satgas Amole dan Satgas Pengamanan Wilayah.

Danrem mengkhawatirkan adanya kelompok-kelompok lain yang ikut bergabung atau menumpangi kelompok yang sudah ada untuk melakukan aksi penembakan yang menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di area Tembagapura. "Untuk itu saya imbau kepada masyarakat untuk mari jangan lagi menambah suasana yang pada akhirnya menjadi keruh," kata Danrem.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan personel yang ada di area Tembagapura masih mencukupi dan saat ini belum ditemui hambatan terkait dengan kekurangan personil. "Kalau personel dari Polda Jateng sebanyaj 200 orang itu bukan untuk pengamanan di area Tembagapura. Itu tugas lain dalam konteks pengamanan pilkada," ujarnya.

Penembakan di MP 60


Kelompok kriminal bersenjata lagi-lagi melancarkan teror penembakan di sekitar Mile Point 60, akses jalan tambang PTFI, Rabu (25/10) pagi.

Vice President (VP) Corporate Communication PTFI Riza Pratama membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, konvoi kendaraan Scedule Day Off (SDO) karyawan dari dataran rendah menuju dataran tinggi Distrik Tembagapura dibatalkan sementara.

"Kami dengar suara tembakan, tapi belum mendapat konfirmasi. Sementara konvoi dihentikan," kata Riza saat dihubungi dari Timika.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi memastikan tidak ada korban dari aksi penembakan terhadap kendaraan patroli area tambang di Mile Point (MP) 60 itu. Menurutnya, aksi ini memang sudah diantisipasi aparat sebelumnya.

"Betul bahwa terjadi penembakan. Namun saat ini belum ada korban. Hasil analisis yang kami lakukan, memang diketahui ada rencana gangguan di sekitar MP 60-67. Kami antisipasi," ujarnya.
Sebelumnya, sejak Sabtu (21/10), Brimob Batalion B Timika telah terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata saat melakukan penyisiran di sekitar perbukitan Kampung Banti-Utikini, menyusul penembakan dua unit kendaraan patroli PT Freeport di Mile Point 67 hari itu.

Kemudian pada Minggu (22/10) sore seorang anggota Brimob Batalion B Timika atas nama Briptu Berry Pramana Putra tewas tertembak pada bagian perut di Jembatan Utikini, Distrik Tembagapura.
Pada Senin (23/10) pagi, pasukan Brimob lagi-lagi diberondong tembakan beberapa saat setelah mengevakuasi jenazah Briptu Berry Pramana. Empat anggota Brimob dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.

Terakhir, pada Selasa (23/10), kelompok bersenjata memberondong kendaraan Tim Medis RS Tembagapura saat membawa pasien usai melahirkan di Kampung Utikini lama. Pasien atas nama Serina Kobogau tertembak di paha kanan dalam kejadian tersebut.

Selama penyisiran dan pengejaran kelompok bersenjata itu, aparat berhasil menguasai markas dan kamp-kamp mereka di sekitar perbukitan Utikini, Tembagapura. Aparat juga menemukan senjata api rakitan, HT, berbagai peralatan milik mereka, serta ceceran darah (diduga salah satu anggota kelompok bersenjata itu tertembak). (Ricky Lodar/Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment