Timika Menjadi Pelopor Pendirian PAFI di Papua

Bagikan Bagikan
Acara pelantikan 29 pengurus PAFI Timika
SAPA (TIMIKA) – Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia  (PAFI) Pusat, Budi Dianu Purwanto secara resmi melantik 29 pengurus PAFI Kabupaten Mimika. Dengan adanya pelantikan pengurus, maka Timika menjadi pelopor pendirian PAFI di Papua. Acara pelantikan berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Minggu (29/10).

Sebelum melantik, Budi menyampaikan bahwa sejak terbentuknya organisasi  PAFI di Indonesia, pada 13 Februari 1946 silam, untuk di Provinsi Papua, Kabupaten Mimika menjadi pelopor pendirian PAFI yang resmi dan didahului oleh pelantikan pengurus. Setelah pelantikan pengurus dilanjutkan dengan seminar kefarmasian dalam meningkatkan mutu Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dan Asisten Tenaga Kefaramasian (ATK) serta meningkatkan pelayanan dalam mengatasi penyakit malaria.

“PAFI sudah ada di Papua dan Papua Barat. Tapi khusus untuk Provinsi Papua, Timika yang pertama kali melakukan seminar sekaligus pelantikan pengurusnya. Ini sangat luar biasa, karena di Kabupaten dan Kota lainnya itu belum ada. Bahkan untuk pengurus di Provinsi itu sama sekali belum terbentuk,” kata Budi sebelum melantik pengurus PAFI Timika.

Semangat menyambut PAFI oleh para tenaga Farmasi di Timika, diakuinya menjadikan salah satu tauladan bagi daerah dan kota lain di Provinsi Papua.  selanjutnya ia mengakui sangat bangga atas dukungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika dalam menyambut baik setiap organisai kesehatan yang masuk untuk mengabdi di Timika.

“Kita bangga karena semangat dari tenaga Farmasi di Timika. Begitu juga dengan Dinkes yang mau dan siap bermitra,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejak dikeluarkannya Undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, PAFI sangat berperan dalam dunia kesehatan. Dengan demikian, sebagai salah satu organisai profesi, PAFI sangat dibutuhkan. Sebab jika tidak, maka para ahli profesional lainnya akan kesulitan melakukan praktek kefarmasian. Hal ini diakuinya, dalam praktek kefarmasian sangat diperlukan ketika melakukan ujian kompotensi, presentifikasi, registrasi dan surat izin praktek.

“kami sangat-sangat berharap PAFI bisa bermitra dan menunjukan yang terbaik dalam kerja sama untuk tujuan pelayanan kesehatan di timika. PAFI dan organisasi profesi yang lainnya itu sama-sama penting. Karena itu harus saling bersinergi,” katanya.

Sekretaris Dinkes, Reynol Ubra dalam sambutannya menjelaskan, PAFI merupakan salah satu organisasi profesi baru yang hadir di Timika. Meski demikian, ia mengakui kebutuhan pelayan kesehatan di timika sangat jauh penting untuk terus bertambah.

“Kami di Dinkes menyediakan banyak tenaga kesehatan, namun pertumbuhan, jangkauan dan munculnya berbagai penyakit di Timika yang harus menuntut, agar tenaga kesehatan harus selalu bertambah, baik yang direkrut oleh Dinkes dan Yayasan juga dari organisasi-organisasi termasuk PAFI. Kami berterima kasih dan menyambut baik. Intinya kita akan selalu menjalin komunikasi dan kerjasama,” jelas Reynold.

Sementara Ketua pelaksanaan kegitan pelantikan, Alan Budi mengatakan, PAFI Timika akan terus berjalan setelah peresemian kepengurusan, penunjukan tugas dan peran serta pelantikan para pengurus tersebut.

Alan mengatakan, pelayan kesehatan  PAFI merupakan S1 dan D3 Farmasi serta lulusan SMF/SMK atau sederajat. Dimana menurut dia, peran PAFI di dalam pelayanan kesehatan sebagai tenag apoteker.

“Kita di timika diketuai oleh saudar Awaluddin, S.Farm. kami akan menjalankan tugas sesuai dengan profesi kami dan siap melayani masyarakat dan bermitra bersama organisasi lain termasuk Dinkes,” kata Alan. (Acik)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment