TNI-Polri Diminta Tuntaskan Teror Penembakan KKB di Tembagapura

Bagikan Bagikan
Elminus B. Mom
SAPA (TIMIKA) – Ketua DPRD Mimika Elminus B. Mom mengatakan, kasus penembakan di yang terjadi di area objek vital nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika sudah sangat menganggu aktifitas di wilayah itu. Sehingga masyarakat menjadi was-was karena keselamatannya menjadi terancam. Untuk itu, TNI-Polri selaku aparat keamanan diminta menuntaskan kasus teror tersebut dan menangkap pelakunya.

“Ini sudah perang namanya. Kalau sudah di hutan itu perang, dan ini tugas TNI-Polri untuk mengatasinya dan dituntaskan, agar masyarakat aman dan tidak merasa was-was lagi,” kata Elminus saat ditemui di Gedung DPRD Mimika, Jalan Cenderwasih, Selasa (24/10).

Peristiwa teror penembakan yang berulang kali dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker CS (Menurut kepolisian-Red), kata Elminus, murni tindakan kriminal yang tidak ada kaitannya dengan masalah PHK karyawan Freeport maupun masalah SPSI Freeport.

“Ini adalah musuh Negara, dan aparat TNI harus turun tangan, karena sudah ditegaskan bahwa musuh mereka adalah TNI-Polri, bukan masyarakat,” katanya.

Hal ini dibuktikan setelah beredar postingan video KKB yang mengklaim bahwa mereka adalah kelompok Tentara Pembebasan Nasional - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III Timika. Berdasarkan perintah operasi (PO) pimpinan Makodam III Timika, Jenderal Jack Millian Kemong, upaya teror sudah dilakukan dan akan terus dilakukan di areal Freeport. Aksi teror ini menurut mereka, suatu sikap yang ditunjukkan kepada pemerintah Indonesia, PBB, Belanda, Amerika Serikat dan 27 negara yang berkepentingan di Freeport.

“Dari pernyataan sikap, kan sudah jelas. Mereka melakukan itu hanya kepada TNI-Polri. Jadi, ini antara KKB dan TNI-Polri. Kami selaku pemerintah daerah menghimbau TNI-Polri dan KKB tidak boleh korbankan masyarakat. Kepada masyarakat juga, harus berhati-hati dan jangan memperkeruh keadaan, kita serahkan semuanya kepada aparat,” ujarnya.

Selanjutnya, aksi penembakan yang hingga menewaskan seorang anggota Brimob Batalyon B Timika meninggal dunia, selain dituntaskan pergerakannya, juga harus diproses hukum pelakunya apabila telah ditangkap.


"Siapa pelaku penembakan-penembakan tersebut, sekarang sudah diketahui dan sudah jelas pelakunya. Sekarang terbuka dan murni kriminal, tidak bisa dibilang rekayasa dari siapa. Kita tidak boleh lagi menuduh siapa, karena semua sudah tahu KKB-lah pelakunya,” kata Elminus. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment