Tujuh Anak Balita Alami Gizi Buruk

Bagikan Bagikan


SAPA(TIMIKA) - Penanggung Jawab Gizi Buruk Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika tahun ini mencatat sebanyak tujuh anak usia dibawa umur 5 tahun (Balita) mengalami gizi buruk. Tujuh balita tersebut sudah ditangani bahkan dirujuk ke RSUD dan RSMM.

"Dari kasus yang ada bukan murni gizi buruk melainkan ada komplikasi penyakit lain," kata Kepala Dinas Kesehatan melalui Penanggung Jawab Gizi Buruk Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Hudaya AMG kepada wartawan Salam Papua, Jumat (20/10).

Sementara pada tahun 2016, kata Hudaya terdapat 27 kasus, namun secara keseluruhan sudah ditangani oleh petugas dengan baik. Penyebab utama gizi buruk karena kurang pengetahuan dan kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu.

Untuk menentukan status gizi buruk, dijelaskan Hudaya, pihaknya menggunakan indeks Antropometri dari WHO yang terdiri dari berat badan menurut umur, yang mana tidak dapat menggambarkan ada atau tidaknya kurang gizi (akut-kronis). Panjang atau tinggi badan menurut umur, menggambarkan ada atau tidak adanya kurang gizi kronis dan berat badan menurut tinggi badan yang menggambarkan ada atau tidak adanya kurang gizi akut.

Menurut Hudaya, indeks masa tubuh menurut umur, merupakan indeks yang paling baik untuk menilai ada tidaknya kelebihan gizi berdasarkan WHO tahun 2005. Sementara itu cara memberikan status gizi klinis adalah rambut, kulit, otot, keadaan iga, jar, lemak, mata, lidah dan bibir.


 "Untuk status gizi buruk biasanya sangat kurus dan atau edema, otot atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, pucat, bercak bitot pada mata, dermatitis, dan lain-lain, " ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment