UPTD Museum Negeri Papua adakan Pameran Keliling di Mimika

Bagikan Bagikan
UPTD Museum Negeri Papua pamerkan koleksinya di SMAN 1 Mimika.
 SAPA (TIMIKA) –Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Negeri pada Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Papua, tahun 2017 ini menyelenggarakan pameran museum keliling benda-benda budaya koleksi Provinsi Papua pada Senin (23/10) sampai Jumat (28/10) di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mimika.

PLT Seksi Bimbingan dan Edukasi Disbud Papua, Marten Sinae mengatakan, pameran yang menampilkan koleksi museum meliputi informasi dan pengetahuan seputar peristiwa dan perjuangan masyarakat Provinsi Papua pada zaman dahulu hingga sekarang.

“Kita memamerkan benda-benda koleksi museum Papua, benda budaya kepada masyarakat agar lebih memahami tentang budaya mereka. Karena budaya warga Papua semakin terisolasi dengan kemajuan zaman. Anak kita (pelajar) untuk bisa mengenal benda itu atau koleksi yang dipamerkan,” katanya.

Menurut Marten, penyelenggaran pameran keliling dilakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat yang sulit berkunjung ke Museum yang disebabkan oleh faktor geografis ataupun transportasi.

“Ini sudah menjadi program rutin museum Provinsi Papua yang dilaksanakan secara bergilir dari satu daerah ke daerah lainnya.  Mengingat keluhan masyarakat yang sulit melihat benda-benda budaya, jadi kami menyelenggarakan ini setiap tahunnya. Ini berjalan sejak tahun 1996,” ujarnya.

Museum Provinsi Papua memiliki target 200 pengujung, karena itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mengimbau kepada masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa untuk dapat memanfaatkan informasi dari pameran itu.

"Pameran ini akan dibuka setiap hari dan kita menjadwalkan sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, dan menyurati Sekolah SMA/SMK untuk mengujungi pameran ini. Dengan begitu, mereka akan memahami dan mendapatkan informasi tentang sejarah pergerakkan Indonesia," katanya.

Pria asal jayapura itu juga mengatakan, penyelenggaraan museum keliling di Mimika adalah yang kedua kalinya. Setelah itu akan dilanjutkan di Asmat, Merauke dan Memberamo.

“Tahun 2015 lalu, kita juga pernah memamerkan benda-benda budaya ini di Lapangan Timika Indah. Dan tahun 2016 kita mengadakannya di Biak. Kami sengaja mengadakan kembali di Timika agar masyarakat Amungme dan Kamoro bisa melihat budaya yang mereka punya,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, para pelajar saat ini adalah pewaris budaya dari para leluhur untuk tetap mempertahankan nilai budaya Provinsi Papua yang mulai terisolasi oleh zaman modern.

“Bukan hanya jumlah kunjugan, melainkan generasi muda penerus bangsa dapat mewarisi nilai-nilai sejarah dari tokoh perjuagan untuk melangkah dimasa yang akan datang,”

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mimika, Soro Bato’Sau mengaku bangga, SMAN 1 terpilih menjadi tempat pelaksanaan pameran museum keliling di Kabupaten Mimika.

“Ini sangat bagus untuk mengembalikkan karakter pelajar yang melupakan budayanya dan lebih mencintai budaya yang kekinian. Untuk itu, saya bersyukur, karena dengan ini, semua pelajar termasuk SMA 1 bisa kembali bersemangat dalam mendalami sejarah budaya Papua,”

Tak hanya itu, Melly Vianti, sebagai pelajar SMA Advent yang mengunjungi museum keliling itu, mengaku sangat antusias lantaran sulit menemukan museum budaya di Kabupaten Mimika.


“Mendengar bahwa kami disuruh untuk melihat benda-benda koleksi Papua, saya sangat senang. Karena selama ini saya tidak pernah berkunjung di Museum Budaya. Bahkan dulu saya sempat bertanya, Timika punya Museum atau tidak,” ujar wanita asal Toraja itu. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment