Warga Keluhkan Polusi Udara di Jalan Cenderawasih

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Warga yang melintasi poros Jalan Cenderawasih mengeluhkan kondisi jalan yang menimbulkan debu, akibat adanya pengerjaan drainase untuk perbaikan jalan di daerah tersebut. Truk-truk pengangkut menumpahkan material di jalan yang menyebabkan terjadinya polusi udara.

Aji Empo, salah seorang warga di Jalan Cenderawasih mengatakan, selama pengerjaan perbaikan jalan di daerah itu, polusi debu yang ditimbulkan terbilang cukup parah dan membahayakan kesehatan warga, terutama pengendara sepeda motor, pejalan kaki dan warga setempat.

“Sudah banyak pengguna jalan disini yang mampir di depan rumah untuk membersihkan matanya yang terkena debu. Bahkan sudah ada pelajar dari SMK Kesehatan yang hampir tabrakan dikarenakan debu itu,” katanya.

Bahkan, rumah-rumah warga yang ada di sepanjang jalan itu, semuanya terkena debu. Karena setiap kendaraan yang melintas pastinya membawa angin dan menimbulkan debu bertebaran di sepanjang jalan.

Selama pekerjaan jalan ini tidak sedikit pengendara yang sudah jatuh, dan tergelincir. Karena kendaraannya melaju cepat dengan harapan untuk menghindari luapan debu,” kata Empo.

Di tambah lagi kondisi saat ini sudah memasuki musim panas, intensitas hujan mulai jarang terjadi. Proyek pengerjaan Jalan Cenderawasih dengan berbagai macam material yang ada menyebabkan hujan debu di saat kendaraan berlalu-lalang melintasi wilayah itu.

Proyek pengerjaan jalan ini dikerjakan oleh PT Fajar Utama Mandiri. Namun, perusahaan tersebut dianggap tidak memperhatikan kesehatan warga setempat. Pasalnya, penyiraman air pada jalan yang menimbulkan debu jarang dilakukan. Sehingga wajar saja polusi debu bertebaran dimana-mana. Bahkan, kondisi yang sama juga terjadi diseputaran Jalan Budi Utomo.

Jika hal ini dibiarkan, lanjut Empo, warga yang resah lambat laun akan melakukan pemblokiran jalan dan menutup akses jalan tersebut.


“Masyarakat sudah tidak tahan lagi dengan polusi debu yang sudah menyengat. Warga juga sudah banyak menderita infeksi pernapasan,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment