101 Murid SDI Banti Tinggalkan Sekolah dan Dievakuasi

Bagikan Bagikan


Murid-murid SD Inpres Banti tidak brsekolah lagi
SAPA (TIMIKA) – Dampak terjadinya kontak senjata antara aparat kemanan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) serta penyanderaan yang terjadi  beberapa waktu lalu, sebanyak 101 Murid Sekolah Dasar Inpres (SDI) Banti, Distrik Tembagapura terpaksa tinggalkan sekolah dan diungsikan ke Timika.

101 murid yang terdiri dari 50 laki-laki dan 51 perempuan ini, dievakuasi pada gelombang pertama. Saat ini mereka sedang dalam proses pemulihan psikososial yang ditangani oleh para guru.

“Sekarang terpaksa kami tidak bisa memberikan pelajaran yang sesuai jadwal. Kami hanya bisa memulihkan mereka dari rasa takut dengan mengajak mereka bernyanyi, bercerita, menari dan bermain. Kasihan mereka, karena masih kecil sudah alami suatu pristiwa besar dan ngeri,” ungkap Kepsek SDI Banti, Markus Leppang, S.Pd saat ditemui Salam Papua di Graha Eme Neme, Selasa (21/11).

Jumlah keseluruhan murid SDI Banti yang aktif menurut Markus adalah 359 anak, yang terdiri dari 180 laki-laki dan 179 perempuan. Tapi sementara ini yang telah dievakuasi dan ditampung di pengungsian baru 101 anak. Untuk itu, Dia mengharapkan evakuasi susulan secepatnya dilakukan untuk menjemput murid-murid lain masih tertinggal di Banti. Namun lebih dari itu, Dia juga berharap agar situasi di Banti bisa kembali kondusif supaya anak-anak dapat kembali bersekolah.

“Kami berharap agar kondisi keamanan di Banti bisa pulih kembali sehingga seluruh anak-anak usia sekolah bisa bersekolah kembali,” harapnya.

Diakui Markus, selain para murid, seluruh guru yang berjumlah 12 orang  pun mengalami ketakutan dan memilih untuk meninggalkan sekolah.

Dia mengungkapkan, awal terjadinya kontak senjata saat itu, proses belajar-mengajar masih tetap berjalan normal walaupun disertai rasa was-was dan takut. Namun ketika kontak senjata tersebut berlanjut dalam beberapa hari kemudian, seluruh murid akhirnya berhamburan untuk menyelamatkan diri mereka.

“Waktu kejadian penembakan pertama dan menewaskan salah satu anggota Brimob, semua anak-anak sudah merasa ketakutan. Tapi saat itu kami masih jalani aktivitas seperti biasa. Namun akhirnya kami semua mengungsi ke Rumah Sakit karena KKB sudah masuk ke rumah-rumah warga. Puji Tuhan tim evakuasi datang dan kami dievakuasi,” ungkapnya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment