70 Persen Warga Di Poumako Belum Miliki KTP

Bagikan Bagikan


Kepala Kampung Poumako, John Yohanes
TIMIKA - Hampir 70 persen masyarakat di Kampung Poumako belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu keluarga (KK). Kondisi itu sebagai akibat dari warga terlalu jarak jauh dan membutuhkan biaya yang cukup besar mengurus KTP dan KK di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mimika.

"Dari jumlah tersebut hampir sebagian besar masyarakat belum memiliki KTP dan KK," kata Kepala Kampung Poumako Jhon Yohanes Yakiwur kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kampung Puomako di kawasan Jalab Poros Poumako,  Rabu (22/11).

Data terakhir  bulan November tahun 2017 dari setiap RT yang ada di Kampung Poumako, jumlah penduduk  mencapai 912 KK dengan total  jumlah jiwa  16.000  jiwa. Di kampung Poumako sendiri terdiri dari sembilan RT.

Luas wilayah Kampung Poumako  sampai ke daerah pesisir hingga muara. Dia mengaku sudah  berupaya untuk membuat surat pengantar dari pemerintahan kampung untuk mengurus ke Dispencapil SP 3. Namun, hal tersebut sulit terealisasi. Karena, warga masyarakat tidak memiliki uang untuk mengurus data identitas keluargannya.

"Masyarakaat disini sebagaian besar mata pencahariaanya melaut. Pendapatan mereka juga kurang. Apabila ditambah pengeluaran yang cukup besar untuk pergi mengurus KTP dan KK, warga tidak mau," katanya.

Dia meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) memperhatikan hal ini. Bila perlu dari  Dispencapil  turun langsung ke kampung  kampung untuk melakukan perekaman data KK dan KTP untuk  memudahkan masyarakat.

"Hampir di setiap RT belum memiliki KTP dan KK. Pemda harus memperhatikan hal ini. Karena akan berdampak pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada tahun depan," ujarnya.

Apabila hal ini dibiarkan, dikuatirkan warga yang tidak terekam dalam sistem perekaman KTP akan kehilangan hak pilihnya dalam pesta demokrasi nanti. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment