Aksi KKB Disikapi Operasi Terpadu

Bagikan Bagikan


 
Kapolda didampingi Pangdam memeriksa personel Satgas Penanggulangan KKB Papua.
SAPA (TIMIKA)Aksi Kelompok Bersenjata (KKB) di Tembagapura disikapi dengan operasi terpadu dalam kalangan TNI/Polri. Operasi terpadu itu diwarnai dengan apel gelar pasukan gabungan TNI-Polri yang dikemas dalam Satuan Tugas (Satgas) terpadu penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mapolres Mimika. Dalam apel itu dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George E. Supit.

Tampak dalam apel itu, pembina Apel Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, dan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George G. Supit, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Bambang, Kapolres Mimika AKBP Victor D. Mackbon, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Windarto, Danyonif 754/ENK Letkol Inf. Yohanis Parinussa, Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa, dan Kabag Ops Polres Mimika Kompol Tony Upuya selaku komandan Apel.

Dari pantauan Salam Papua pada saat apel pasukan berlangsung dibagi menjadi dua Satgas. Satgas yang tergabung dalam Satgas penindakan diantaranya dari Brimob, Yonif 754/ENK dan Brigif 20/IJK. Sedangkan Satgas yang tergabung dalam Satgas evakuasi terdapat pasukan dari Kodim 1710/Mimika dan Polres Mimika.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam arahannya mengatakan, apel kesiapsiagaan Satgas terpadu terdiri dari TNI-Polri dalam menindaklanjuti aktifitas yang berkembang di tanah Papua. Dimana kehadiran pasukan gabungan merupakan arahan dari pimpinan. Berdasarkan Undang-Undang, pasukan yang tergabung akan melakukan upaya bersama dalam rangka menghadapi gangguan dan ancaman yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Kita dikumpulkan disini atas perintah dari pimpinan untuk menindaklanjuti aktivitas yang berkembang di Papua,” kata Kapolda, Senin (6/11).

Kapolda menjelaskan, tugas yang akan dilaksanakan merupakan tugas Negara dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Dimana hari ini di lokasi tempat tugas sedang terjadi berbagai gangguan keamanan dari KKB yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, hingga meresahkan warga yang berada di Tembagapura dengan teror menggunakan senpi. Oleh sebab itu perlu di respon cepat oleh pihak keamanan.

Ini adalah tugas Negara dalam menjaga kedaulatan NKRI, jadi kita harus respon aktivitas KKB itu,” jelasnya.

Selain itu dalam operasi terpadu tersebut, dirinya meminta kepada setiap personil agar selalu berhati-hati. Sebab dalam pelaksanaan operasi terpadu diutamakan faktor keselamatan, ketelitian serta kewaspadaan dalam bertugas tanpa mengesampingkan warga sipil yang berada disana.

Harus utamakan faktor keselamatan, teliti dan waspada dalam bertugas,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada personilnya agar tidak ragu dalam bertindak. Karena kehadiran pasukan gabungan di Mimika berdasarkan UU yang ada. Dimana di Indonesia merupakan negara hukum dan sebagai aparat penegak hukum, sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan tugasnya.

Kita melaksanakan tugas sesuai amanat Undang-Undang, jadi jangan ragu untuk bertindak,” pintanya.

Selain itu ditempat yang sama, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George E. Supit mendukung penuh operasi yang dilakukan pihak Kepolisian. Permintaan bantuan dari pihak Kepolisian, TNI akan siap membantu.

“Pasukannya full, kami siap bantu,” tegasnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment