Anggota Satpol PP Tuntut Kasat Satpol PP Dicopot

Bagikan Bagikan


Yohanes Tsugumol, S.Sos, M.Si
SAPA (TIMIKA) - Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban dalam Kota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika Yohanes Tsugumol S.Sos. Msi meminta Kasat Saptop PP Septinus Marandof untuk segera di copot dari jabatannya. 

Pasalnya, dalam masa kepemimpinannya Kasat Satpol PP, dana operasional selama 2 tahun  untuk Seksi Keamanan dan Ketertiban Satpol PP tidak pernah dibayarkan.

"Uang operasional kami selama 2 tahun,  yakni tahun 2016 dan tahun 2017 belum dibayarkan. Nilainya sebesar 1.8 milyar per tahun. Jadi dalam 2 tahun ini sudah mencapai 3.6 milyar," kata Yohanes kepada wartawan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih Rabu (15/11) kemarin.

Dia mengaku dan menegaskan sebagai bentuk keseriusan anggota Satpol PP terhadap tuntutan itu, maka  para anggota Satpol PP Kabupaten Mimika akan melakukan aksi demontrasi di Sentra Pemerintahan SP 3 hari  ini (Jumat-Red/17/11).

"Surat himbuan untuk melaksanakan demonstrasi sudah kami sampaikan. Aksi akan dimulai dari kantor Perpustakaan di Timika Indah dan akan dilanjutkan ke Sentra Pemerintahan. Tuntutan kita sama, copot Kasat Satpol PP Kabupaten Mimika," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam surat himbuan tersebut sudah disebutkan secara detail hak - hak honor dan staf serta Kepala seksi tidak jelas di bawah pimpinan Kasat Pol PP sekarang. Dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang tidak jelas selama 2 tahun anggaran 2016 sampai dengan 2017. DPA tersebut dipakai oleh kubu Kasat Pol PP masa sekarang.

"Manajemen kantor Satpol PP tidak jelas. Maka saya mengundang rekan-rekan anggota Satpol PP dan Satpol PP honor untuk hadiŕ untuk persiapan demonstrasi. Terlalu banyak hal yang tidak beres dilakukan oleh Kasat Satpol PP," jelasnya.

Terkait dana operasional yang tidak kunjung cair, kata Yohanes sudah pernah disampaikan kepada pimpinannya, namun tidak ada tindak lanjut. Tidak hanya itu, aksi pemalangan Kantor Satpol PP juga sudah pernah dilakukan guna menuntut dana tersebut, hasilnya juga nihil.

Penyampaian aspirasi para Satpol PP pernah di tanggapi oleh pimpinan yakni Kasat Satpol PP. Kasat pernah menyatakan kalau kepala seksi tidak bisa mengelola anggaran. "Kasat pernah menyampaikan kalau Kepala Seksi pengamanan di dalam kota tidak bisa mengelola anggaran. 

Atas dasar apa beliau seperti itu. Padahal program kerja kami sudah pernah disampaikan kepada Kasat Satpol PP," katanya.

Ketiadaan biaya operasional ini membuat sejumlah anggota Satpol PP tidak pernah kerja sungguh sungguh. Padahal, anggota satpol PP sudah disebar di beberapa pos keamanan di Timika seperti di pos Pasar sentral dan Pos pos yang lain di Timika. (Tomy)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment