Atlit Taekwondo Mimika Lolos Kejurnas Sea Games 2018

Bagikan Bagikan

Empat Atlit Taekwondo Mimika lolos Kejurnas Sea Games 2018

SAPA (TIMIKA) -  Kepala Pelatih Taekwondo Centere (MTC) Mimika Amandus Morin mengatakan enam peserta atlit Taekwondo Mimika diberangkatkan pada seleksi masuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo di Jayapura empat diantaranya lolos ke Jakarta. 

Keempat atlit tersebut akan menjalani Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan  persiapan mewakili Indonesia dalam Sea Games tahun 2018.

"Seleksi Kejurnas tersebut baru selesai hari minggu kemarin di Gor SGO Klofkam Jayapura. Saya kirimkan enam atlit yang kami seleksi terlebih dahulu dan hanya dua atlit yang gagal dan yang empat berhasil lulus seleksi untuk mengikuti Pelatnas Sea Games," katanya saat ditemui wartawan di halaman Eme Neme di kawasan Jalan Budi Utomo, Rabu (15/11) kemarin.

Dia  menjelaskan, keempat atlit yang lolos seleksi untuk mengikuti Kejurnas tersebut terbagi menjadi empat kelas yang  dilombakan dalam Sea Games. Menurutnya kelas-kelas yang berhasil lolos merupakan kelas-kelas yang bergengsi yang nantinya akan dilombakan di Sea Games 2018. K eempat atlit tersebut adalah satu putra dan tiga putri.

"Atlit yang lolos ada satu putra dari kelas senior adalah Ronaldo Korowa main di under 58 kg dan tiga putri antara lain Fitri Handayani main di under 52 kg, Rebeka Naa main di under 64 kg dan Maudy Rosinta untuk kategori jurus. Saat ini mereka masih menunggu pemanggilan dari Pengurus Taekwondo Papua dan Koni Papua untuk berangkat ke Jakarta.  Kejurnas sendiri akan dilakukan tanggal 23-26 November," jelasnya.

 Sedangkan kedua atlit yang gagal, katanya mereka bukan kalah dalam melakukan seleksi tetapi tidak lolos dalam persyaratan seleksi. Menurutnya kedua atlit yang tidak lolos tersebut sudah berjuang sekuat tenaga untuk dapat mewakili Kabupaten Mimika.

"Untuk kedua atlit yang tidak lolos adalah Mario S tidak lolos karena usia belum mencukupi untuk kategori senior. Sdangkan  Alfianus karena tahap seleskinya tidak disertakan pada partai ketiga maka dianggap gugur," ujarnya

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk ikut mendukung para atlit. Pasalnya, perjuangan yang dilakukannya beserta atlit didiknya tersebut sama sekali tidak ada bantuan dari Pemda.

"Selama dua tahun ini kami tidak mendapatkan dukungan dari Pemkab. Setiap even-even yang kami lakukan  dengan menggunakan biaya sendiri. Harapan kami walaupun ketika berangkat tidak mendapat dukungan tetapi kalau bisa laporan pertanggung jawaban kami mohon dijawab karena kami berangkat bukan hanya membawa nama pribadi tetapi juga Kabupaten Mimika," katanya.

Dia mengaku bangga karena cabang beladiri Taekwondo memiliki nama yang sangat baik, dari even-even yang diikuti selalu mendapatkan juara. Oleh sebab itu Pemkab harus melihat prestasi-prestasi yang telah direbut oleh atlit-atlit Taekwondo Mimika dari hasil binaannya.

"Untuk cabang olah raga Taekwondo Timika sangat diperhitungkan, terbukti sejak bulan April kemarin. Kami juara umum se Papua untuk kategori senior dan junior. Saya rasa di Timika cabang olah raga yang memiliki prestasi hanya Taekwondo," akunya bangga.  (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment