Awal Desember Warga Asmat Nikmati Jembatan Gantung

Bagikan Bagikan
Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos mengecek lokasi jembatan gantung.
SAPA (ASMAT) – Awal Desember 2017 mendatang warga Kampung Waras dan Kampung Yawas, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat serta anak-anak sekolah tidak lagi kebingungan menyeberang atau mendayung menuju ke sekolah di SD Inpres Basim. Warga akan leluasa menikmati jembatan gantung di Kali Yawas. Sesuai perkiraan konsultan asal Swiss, jembatan gantung penghubung Kampung Waras dan Yawas, awal Desember mendatang pengerjaannya sudah final dan bisa diresmikan.

“Ingat! Jembatan gantung ini bukan proyek. Ini jembantan bantuan dan kepedulian dari rekan-rekan yang kemarin mengadakan ekspedisi NKRI di Kabupaten Asmat. Dan tim ekspedisi NKRI menemukan orang yang peduli dengan masyarakat Asmat asal Swiss. Jadi tim peduli dari Swiss itu yang membantu besi bajanya dan mengerjakan bentangan jembatan gantunganya. Sementara, saya bertanggung jawab membeli semen, batu kali, pasir dan ciping. Ini jembatan swadaya. Karena saya prihatin dengan warga dua kampung ini dan anak-anak sekolah. Maka saya hari ini sengaja datang meminta kamu semua ikut bekerja membantu teman-teman itu nanti,” kata Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos dihadapan warga Kampung Waras dan Yawas di Tepi Kali Yawas, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Jum’at (3/11) siang.

Dia meminta Kepala Kampung Waras dan Kepala Kampung Yawas masing-masing memilih warganya 40 orang bekerja secara swadaya. “Saya mau tanya bisa kerja swadaya, karena jembatan gantung ini bukan proyek, bisa…?” tanyanya disahut warga yang mengerumuni Bupati Asmat serempak menjawab: “Bisa pa bupati!”

Dia mengingatkan pula kepada warga dua kampung itu tidak boleh terdengar ada yang ribut dan mempersoalkan masalah jembatan gantung tersebut. “Kalau sampai saya mendengar ada yang ribut dan tidak ada yang mau kerja secara swadaya membantu teman-teman yang peduli memikirkan warga kedua kampung ini. Saya tidak akan memikirkan kamu lagi. Ingat baik-baik apa yang saya sampaikan ya. Saya mau datang lagi awal Desember untuk meresmikan jembatan gantung ini sebelum natal, bisa…!” teriaknya dan disahut serempak warganya: “Bisa…!”

Dikatakannya sesuai perkiraan pengerjaan fondasi bentangan sebelah barat dan timur, kalau 80 orang warga ikut bekerja hanya membutuhkan waktu tiga hari kerja sudah selesai. Lalu, tim tehnik memberitahu sesudah tiga hari dikerjakan fondasinya sambil menunggu kering dan keras fondasinya selama 21 hari. Pengerjaan selanjutnya tinggal memasang bentangan baja hanya memakan waktu seminggu. “Itu yang saya berani bilang kalau kamu ikut bekerja keras, awal Desember jembatan gantung ini kita resmikan penggunaannya,” katanya disahut tepuk tangan meriah warga.

Sesuai data yang dihimpun media ini, dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asmat menyebutkan, panjang jembatan gantung itu sekitar 50 m2 dan lebar 1,60 m2. Dan disebut-sebut jembatan gantung itu hasil dari lobi Bupati Asmat kerjasama dengan tim Ekspedisi NKRI Koridor Asmat dan tim ekspedisi NKRI dibantu oleh tim independent dari Swiss yang membantu baja dan mengerjakannya.
Tampak persiapan bahan berupa batu kali, pasir, batu ciping dan semen sudah berada di area Kali Yawas dan sedang berlabuh pula sebuah kapal bernomor lambung SANPAI Jayapura yang membawa material. Tim tehnik dan konsultan jembatan gantung disebut-sebut tiba di Kampung Waras dan Yawas, Senin (6/11) mendatang untuk memulai mengerjakan fondasinya. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment