Bulog Siap Penuhi Kebutuhan Gula Warga

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kantor Seksi Logistik (Bulog) Timika, Papua menyatakan siap memenuhi kebutuhan komoditas gula di wilayah Kabupaten Mimika dan sekitarnya.

Kepala Kantor Seksi Logistik Timika Winarni di Timika, Jumat (10/11), mengatakan beberapa waktu lalu Kementerian Perdangangan telah menetapkan Perum Bulog sebagai distributor tunggal dalam hal penyaluran gula curah ke seluruh wilayah Indonesia.

Sehubungan dengan itu, sejak beberapa tahun terakhir Bulog Timika telah memasok gula curah dalam jumlah sangat besar ke Timika.

Hanya saja, hingga kini belum semua distributor dan pelaku usaha di wilayah itu memanfaatkan gula curah yang disediakan pemerintah dengan harga yang terjangkau.

"Pada prinsipnya kami siap untuk menjadi distributor utama gula curah ke Timika, apalagi itu merupakan perintah dari Kementerian Perdagangan. Sampai sekarang masih banyak distributor di Timika belum mengambil gula yang disediakan Bulog dengan alasan stok mereka masih cukup banyak," jelas Winarni.

Saat ini, katanya, Bulog setempat memiliki cadangan gula curah sebanyak 980-an ton.
Warga dapat membeli gula curah tersebut melalui Kantor Bulog Timika atau melalui agen Rumah Pangan Kita/RPK dengan harga Rp12.500 per kilogram.

"Kami sediakan gula curah kemasan karung isi 50 kilogram dengan harga Rp575 ribu per karung maupun kemasan satu kilo seharga Rp12.500. Stok gula curah kemasan satu kilo masih cukup banyak tersedia," jelas Winarni.

Menurut dia, gula curah yang dipasarkan Bulog merupakan gula produksi dalam negeri asal Jawa Barat dan Jawa Timur.

Selain menyediakan gula curah, Bulog Timika juga menyediakan beras komersial kualitas premium. Beras impor asal Vietnam dengan kadar air lima persen itu dijual seharga Rp10 ribu perkilogram.

Ke depan, Winarni berharap Bulog Timika juga dapat menyediakan minyak goreng dan berbagai komoditas barang kebutuhan pokok masyarakat lainnya.

"Untuk minyak goreng, sudah ada prinlog-nya dari pusat, cuma sampai sekarang barang itu belum tiba di Timika," katanya.

Kendala yang dihadapi Bulog Timika yaitu ketiadaan sarana gudang khusus untuk penyimpanan dan penampungan gula, minyak goreng dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya di luar beras.

Hingga sekarang Bulog Timika hanya memiliki dua gudang untuk tempat penyimpanan beras, masing-masing berkapasitas 2.000 ton. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment