BNNP Lakukan Penguatan Lembaga Terkait Penanganan Pasien Narkoba

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Brigjen Pol Drs. Bambang Budi Santoso mengatakan, terkait kunjungannya ke Timika untuk memastikan pengiriman sample sabu ke laboratorium di Makassar serta memberikan penguatan kelembagaan bagi Rumah Sakit (RS) dan 4 Puskesmas di Timika dalam penanganan pasien.

"Iya terkait dengan kedatangan saya ke Timika berkaitan dengan pengungkapan kasus narkoba. Jadi nanti samplenya akan kita pastikan dikirim ke laboratorium dan memberikan penguatan lembaga kepada rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Timika," kata Bambang saat ditemui Salam Papua di kantor BNNK Mimika di jalan Cendrawasih, Selasa (31/10).

Menurutnya, usai penangkapan terhadap pelaku narkoba lebih mudah diproses hukum dibandingkan bagaimana merehabilitasi mereka. Oleh sebab itu, perlu sinergisitas antara BNNP dan pihak medis. Sehingga dalam menangani pemakai narkoba, pihak medis telah mengetahui cara penanganan awalnya.

"Sekarang ini kalau kita nangkap itu mudah tetapi kalau sudah diproses orang kan tidak tahu rehabilitasi itu bagaimana dan inilah yang perlu akan kita berikan sinergi. Apabila nanti kita dapatkan ternyata dia hanya sebagai pengguna bukan pengedar, paling tidak Puskesmas atau Rumah Sakit bisa memberikan terapi awal," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kerjasama antara BNNP Papua dan pihak kesehatan sesungguhnya sudah terjalin sejak lama dan bukan hanya kali ini. Sementata untuk di Timika, sebanyak 4 Puskesmas dan RSUD Mimika yang telah direkomendasikan oleh Dinkes untuk menangani rehabilitasi pemakai narkoba. Dalam hal ini, penguatan kelembagaan tersebut untuk mempererat hubungan kerja serta penanganan pemakai narkoba.


"Untuk kerjasamanya saya pikir sudah lama karena ini berkaitan dengan penguatan lembaga. Mereka yang sudah pernah mengikuti rehabilitasi seperti di RSUD, Puskesmas Timika Jaya, Puskesmas Vania, Puskesmas Timika dan satu lagi Puskesmas di Timika. Kelima tempat ini yang direkomendasikan oleh dinas kesehatan," ungkapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment