Bupati Turun Tangan Awasi Program 1000 HPK

Bagikan Bagikan
Bupati Asmat sedang memberi ikan hasil beliannya kepada seorang ibu yang sedang menyusui.

SAPA (ASMAT) – Upaya mensukseskan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) manusia di Kabupaten Asmat. Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos selain berperan aktif mengawasi secara ketat pogram tersebut. Dia pun ikut turun tangan  mulai di pusat kota hingga ke kampung-kampung mengecek langsung pelaksanaan program tersebut di Pedalaman Asmat.

“Saya bermimpi satu dua ibu hamil dan menyusui saja sukses mengikuti program 1000 HPK ini bisa merawat anaknya menjadi anak cerdas di kemudian hari di setiap kampung. Saya sangat bangga sekali. Artinya secara matematik 2 anak cerdas saja setiap kampung dari 223 kampung berarti ada 446 anak cerdas 20 tahun mendatang yang dirawat sejak dari hamil hingga usia tiga empat tahun. Itu mimpi saya selama ini. Maka apa pun kesibukan saya. Saya harus bisa mengatur waktu mengecek di pusat kota sampai di kampung-kampung,” katanya ketika mengecek dan menanyakan langsung kepada dua petugas medis, Faleria Gebze dan Mardan soal pelaksanaan program 1000 HPK di Puskesmas  Basim, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat pada kujungannya di Puskesmas Basim, Sabtu (4/11) lalu.

Pada hari itu, Bupati Asmat setelah meminta warga Kampung Waras dan Yawas, di Distrik Fayit ikut bekerja secara swadaya pembangunan jembatan gantung di Kali Yawas. Dia menuju ke Puskesmas Basim menemui dua petugas medis, Faleria dan Mardan. Dia menanyakan bagaimana keaktifan ibu-ibu hamil dan menyusui mengikuti program 1000 HPK dan kapan mereka di beri makan bernutrisi. “Minta maaf, saya mau tanya keaktifan ibu-ibu hamil disini dan kapan mereka diberi makan setiap hari,” tanyanya dan disahuti Faleria dan Mardan serempak: “Pa bupati ibu-ibu disini lumayan aktif. Kami melayani mereka setiap sore. Hanya ada beberapa ibu-ibu yang membawa makanannya makan di rumah.”

Menyikapi hal itu, Bupati Asmat meminta kedua petugas medis itu melarang ibu-ibu membawa makanannya ke rumah melainkan makan di Posko 1000 HPK. “Saya minta ibu dan bapa tegas ya. Bilang mereka tidak boleh membawa makanannya makan di rumah. Nanti bukan ibu hamil lagi yang makan malah suaminya yang makan,” katanya disahut petugas dengan tertawa lebar sambil berkata: “Itu yang terjadi pa bupati.”  

Usai mengecek pelaksanaan program 1000 HPK di Puskesmas Basim, Bupati Asmat mengecek pelaksanaan program pemberian makanan tambahan kepada anak sekolah di SD Inpres Basim. Di SD Inpres Basim, dia mengaku bangga dengan kebijakan sekolah dan mengakui kalau pelaksanaan pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah di sekolah tersebut berjalan lancar. “Ini boleh Bapa Kepala Sekolah sangat kreatif,” katanya ketika menyaksikan anak-anak menikmati menu makanannya berupa daging babi dan sebutir telur serta sepotong ikan.

Menyikapi hal itu, Kepala Sekolah SD Inpres Basim, Vabianus Sai menjelaskan, Pa Bupati menu makanan yang diberikan di sekolah ini bervariasi. Apa bila, warga masyarakat setempat menjual daging, anak-anak bisa mendapat menu makannya daging. Tetapi, biasanya, guru-guru mempersiapkan stok daging didatangkan dari Kota Agats untuk seminggu atau dua minggu. “Itu tehnis yang kami lakukan selama ini sesuai standart kesehatan yang telah ditetapkan dari Kabupaten. Dan saya akui terus terang yang kurang memenuhi standart itu seringkali buah-buahan dan sayur yang tidak bisa terpenuhi. Karena, kami sulit sekali mendapatkan buah-buahan dan sayur sesuai standar,” akunya. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment