Bursa Efek Indonesia Gelar HUT ke-2 Program YNS di Timika

Bagikan Bagikan


Nicky Hogan, Direktur BEI
SAPA (TIMIKA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) program Yuk Nabung Saham (YNS) ke-2 dan Talkshow YNS di Timika. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  Jembatan Bulan (STIE JB) Timika, jalan Hasanuddin Nawaripi Mimika Baru Kabupaten Mimika, Rabu (29/11) Sore.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Direktur BEI, Nicky Hogan, investor saham Indonesia, Lo Kheng Hong, Asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Marthen Paiding, para investor YKN di Indonesia, para pengusaha di Timika, Ketua STIE JB Timika, Tharsasius Pabendon, S.E,MM, para tamu undangan serta segenap dosen dan mahasiswa STIE JB Timika.

Mewakili sambutan Bupati Pemkab Mimika dan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, Asisten II Pemkab Mimika, Marthen Paiding mengungkapkan, masyarakat Indonesia dan khususnya kaum muda masih tabu dalam berinvestasi di pasar modal dan saham.

Hal itu menurutnya didasarkan pada alasan klasik karena hidup sudah mapan dan sudah berkeluarga. Namun dalam hal ini, Dia mendorong masyarakat dan khususnya kaum muda untuk berani berinvestasi karena hal itu akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Investasi merupakan hal yang masih tabu bagi masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda. Paradigma sudah mapan dan sudah berkeluarga menjadi alasan klasik masyarakat tidak mau terjun langsung dalam berinvestasi. Padahal berinvestasi merupakan aktivitas untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Pasar modal dan saham merupakan bagian dari investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara,” ungkapnya.

Namun dalam hal ini, Dia berpesan supaya tetap berhati-hati dan dengan teliti membaca perkembangan ekonomi dalam hal berinvestasi di pasar saham supaya tidak mengalami kerugian yang cukup besar.

“Masyarakat juga harus berhati-hati dalam menanamkan modalnya pada pasar saham supaya tidak menyesal dan mengalami kerugian yang besar,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, di sela-sela sambutan selamat datangnya, Ketua STIE JB Timika, Tharsasius Pabendon, S.E,MM mengatakan, kegiatan ini sangat stategis dan sudah menjadi gerakan nasional. Alasannya, kegiatan ini menyangkut tindakan individu yang mampu menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme. Hal ini juga sekaligus menjadi bagian dari menambah literasi dan pengetahuan mahasiswa tentang pasar modal.

“Begitu strategisnya kegiatan ini dan ini merupakan gerakan nasional. Karena ini menyangkut individu dan menyangkut kebangsaan kita. Program ini juga begitu strategis bagi mahasiswa karena menambah literasi dan pengetahuan tentang saham dan pasar modal,” katanya.

Dia juga menambahkan, gerakan ini bisa menjadi salah satu faktor peningkatan ekonomi nasional yang saat ini masih didominasi asing. Dengan demikian, Indonesia akan betul-betul mengalami kemerdekaan dari sisi ekonomi.

“Hal ini sebagai penunjang bagi peningkatan basis ekonomi kita yang saat ini lemah karena masih didominasi asing sebesar 70 persen. Dengan adanya gerakan ini semoga mampu mengubah dan membalikkan posisi dominasi kita terhadap basis ekonomi Indonesia menjadi 70 persen dibanding dominasi asing. Dan hal itu sekaligus membuat kita merdeka secara ekonomi,” tambahnya.

Dia juga menyambut baik dan penuh antusias atas niat BEI untuk membuka galeri investasi di Papua, yang dalam hal ini Kabupaten Mimika menjadi sasaran tempat landing-nya kegiatan tersebut.

“Sejak awal ketika utusan dari BEI datang ke STIE JB dalam niat membuka galeri investasi, yang mana Timika menjadi alamat yang dituju, saya sangat menyambut baik dan menanggapinya secara positif,” ujarnya.

Dia mengharapkan mahasiswa bukan saja menjadikan hal ini sebagai pengetahuan, tapi juga harus terlibat langsung di dalamnya untuk menjadi investor-investor muda di Indonesia.

“Saya berharap mahasiswa bukan hanya menjadikan ini sebagai pengetahuan tapi juga sekaligus bisa menjadi investor di Indonesia,” harapnya.

Ketika diberi kesempatan menyampaikan sambutan pada acara tersebut, Direktur BEI, Nicky Hogan mengatakan, orang-orang selama ini salah berpikir tentang membeli saham. Mereka berpikir bahwa hal itu adalah sesuatu yang mahal, menakutkan, merugikan, beresiko dan bahkan hal itu merupakan judi. Padahal membeli saham sesungguhnya adalah tindakan optimistis hidup untuk berinvestasi bagi masa depannya. Membeli saham adalah menjadi pemilik perusahaan. Semua orang Indonesia tidak melihat kelas ekonominya berhak menjadi pemilik perusahaan ketika menjadi pembeli saham. Dan inilah yang menjadi tujuan dibuatnya program YNS oleh BEI.

“Apa yang ada di pikiran kita ketika mendengar istilah pasar modal, investasi dan saham. Pertama mahal, kedua menakutkan,  ketiga merugikan, keempat beresiko dan kelima hal tersebut merupakan bagian dari perjudian. Oleh sebab itu, Bursa Efek Indonesia mengkampanyekan program Yuk Nabung Saham. Karena investasi dan saham bukan seperti yang kita pikirkan selama ini. Yuk Nabung Saham mengajarkan bahwa membeli saham bukan sesuatu yang spekulatif. Membeli saham adalah menjadi pemilik perusahaan. Membeli saham adalah investasi dan sesuatu yang optimis di masa depan,” katanya.

Salah seorang investor YNS dari Aceh yang hadir pada acara itu, Sukri menjelaskan, untuk mengubah persepsi orang supaya tidak memandang membeli saham itu sebagai judi adalah ketika menyamakannya dengan seperti membeli emas. Harga emas yang dibeli pasti akan berbeda dan meningkat di waktu mendatang.

“Untuk mengubah pandangan orang bahwa membeli saham itu bukan judi adalah menyamakannya seperti membeli emas,” jelasnya. (Jimmy Rungkat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment