Dana Insentif Belum Dibayar Tenaga Kesehatan Ngamuk

Bagikan Bagikan



SAPA (TIMIKA) - Puluhan tenaga kesehatan non PNS dari berbagai Puskesmas di Mimika, pada Rabu (1/11) mengamuk di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika karena dana insentif  tiga bulan terahkir belum dibayarkan.
“Kami datang mengamuk ini karena selama ini sudah beberpa kali kami datang di kanator Dinkes tetapi mereka bilang sabar. Tetapi kami sudah tidak bisa sabar karena ini sudah lewat satu bulan,” ujar salah satu tenaga kesehatan, Julianus Kudia kepada wartawan di Kantor Dinkes, Rabu (1/11).
Julianus mengatakan, dana insentif biasanya dibayar tiga bulan sekali. Untuk Januari hingga Juni sudah dibayar. Yang belum dibayar ini mulai Juli hingga September. Sehingga tenaga kesehatan sepakat untuk datang ke Dinas guna mempertanyakan insentif yang belum dibayar tersebut.
“ Untuk dana insentif, baru kali ini terjadi keterlambatan. Kalua bulan-bulan sebelumnya tidak ada keterlambatan. Tapi untuk kali ini yang sebenarnya kami terima bulan Septmber tapi ini justru sudah ahkir Oktober kami belum terima. Kami minta ini segera dibayarkan,” ujarnya.
Mereka bahkan mengancam untuk menutup pelayanan di Puskesmas selama belum ada kejelasan mengenai dana insentif ini.
“Kami harap supaya Kepala Dinas Kesehatan bisa segera menyelesaikan insentif,” katanya.
Sementara itu Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra yang menerima kedatangan tenaga kesehatan tersebut berharap supaya tenaga kesehatan yang menuntut insentif untuk bisa menyelesaikan persoalan dengan cara yang lebih baik.
Selain itu diapun mengimbau kepada tenaga kesehatan yang ada di puskesmas untuk tidak melakukan penutupan pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi saya harap kepala Puskesmas kembali bekerja seperti biasa. Saya berharap teman-teman pelayanan kesehatan jangan hanya gara-gara insentif, ibu yang akan melahirkan mati,” ujarnya. (Albin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment