Daya Beli Masyarakat Terhadap Telur Turun

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMKA) - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Yosefina Sampelino menilai daya beli masyarakat Mimika terhadap telur ayam ras produk peternak lokal di wilayah itu menurun.

"Kami belum tahu persis apa penyebabnya. Apakah ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Mimika atau karena alasan lain," kata Yosefina di Timika, Jumat (10/11).

Namun, ia memastikan bahwa penurunan tersebut tidak dikarenakan adanya pasokan telur dari luar Mimika karena pasokan telur dari daerah lain sejak 2015 sudah dihentikan dan pihaknya rutin melakukan inspeksi mendadak hal itu.

Penurunan daya beli masyarakat tersebut yang diperkirakan sejak Agustus 2017 dan menyebabkan peternak lokal mengalami kerugian bahkan mencapai puluhan juta karena telur yang dihasilkan rusak.

Kendati demikian, Yosefina optimis jika pemintaan telur ayam ras mulai mengalami peningkatan pada akhir November 2017 hingga Januari 2018 untuk kepentingan hari raya Natal dan Tahun Baru.

Pihaknya juga tidak akan memasok telur ayam dari luar pada hari-hari menjelang perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 mengingat produksi telur ayam ras peternak lokal masih mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika.

Sementara itu Disnak Mimika sendiri sedang mencari cara untuk mengatasi persoalan permintaan masyarakat yang tidak berbanding terbalik dengan produksi telur peternak lokal yang terus meningkat.

"Kita sementara mencari pasar agar bagaimana telur peternak kita bisa terjual. Salah satunya yaitu dengan melirik pasar di kabupaten-kabupaten tetangga di pegunungan tengah yang sementara ini kami masih dalam penjajakan," ujarnya.

Data Disnak Mimika, produksi telur ayam ras Mimika saat ini telah mencapai 8,5 ton per hari. Sementara konsumsi telur masyarakat Mimika setiap harinya hanya mencapai 8,4 ton.

Disnak juga telah menetapkan harga tertinggi telur ayam ras di Mimika yaitu berkisar antara Rp50.000 - Rp55.000 per kilogram. Peternak dan pengecer dilarang menjual telur melebihi harga yang telah ditetapkan tersebut. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment