Digelar Operasi Gabungan Yustisi di Asmat

Bagikan Bagikan

Tim gabungan operasi yustisi sedang memeriksa kelengkapan dokumen kependudukan warga Asmat


SAPA (ASMAT) – Demi menertibkan dokumen kependudukan bagi warga di Kabupaten Asmat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bekerja sama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polri dan TNI menggelar operasi gabungan yustisi KTP eletronik di Agats, Asmat  dalam empat tahap.

Dari hasil operasi Yustisi hari pertama, tim gabungan berhasil menjaring jumlah penduduk 332 orang. Dari jumlah tersebut, 239 orang yang memiliki identitas KTP eletronik Asmat. Sisanya, 93 orang warga yang terjaring dan berasal dari 40 Kabupaten/kota di Indonesia.

"Kegiatan ini dalam rangka penertiban administrasi dokumen kependudukan dan juga bagi mereka yang belum memiliki KTP Asmat,” kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dewi Linggarsari T. L. R, S.Sos di ruang kerjanya, Rabu (8/11).

Dia menjelaskan, dasar pelaksanaan Yustisi berdasarkan Keputusan Bupati Asmat Nomor 707 tahun 2017 tertanggal 10 Agustus 2017 tentang pembentukan tim operasi Yustisi bagi penduduk di Kabupaten Asmat. Dan Undang-Undang Republik Indonesia bernomor: 24 tahun 2013 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan.

Dewi mengaku tim gabungan banyak menemui persoalan pada saat operasi Yustisi berlangsung. Diantaranya, warga luar Asmat sangat banyak terjaring dalam operasi Yustisi. Dan jumlah personil juga terbatas pada saat pendataan penduduk, sehingga terjadi antrian. “Disinilah kurangnya kesadaran warga tentang kepemilikan KTP dan persoalan lama tinggal dalam suatu wilayah. Hasil dari kami melakukan Yustisi ini.  Kami bisa mengontrol jumlah penduduk yang masuk dan keluar dari Asmat,” akunya. (Yos)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment