Dilantik Pengurus Paguyuban Karesidenan Kediri

Bagikan Bagikan

Ketua KKJB Kab. Mimika, Imam Parjono

SAPA (TIMIKA) – Ketua Paguyuban Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika, Imam Parjono secara resmi melantik pengurus paguyuban Karesidenan Kediri periode 2017-2020.  Prosesi  pelantikan itu berlangsung di Kantor Sekretariat KKJB, Jalan Budi Utomo ujung, Sabtu (18/11) lalu.

Hadir dalam acara pelantikan itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, Ketua Bhayangkari Polres Mimika, Ayudya Mackbon dan seluruh anggota paguyuban KKJB.

Ketua panitia, Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada donatur yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan  Pengurus Paguyuban Karesidenan Kediri (KK). Sehingga dalam kegiatan itu, panitia tidak memiliki hutang.

"saya menggarisbawahi bahwa dalam kegiatan ini.  Saya tidak perlu menyebutkan jumlahnya, tetapi dalam hal pendanaan, kita (Panitia) tidak memiliki hutang apapun," katanya.

Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) tugas bernomor 62/SK-KKJB/XI/2017 tentang, pengesahan susunan pengurus Paguyuban Karesidenan Kediri tahun 2017-2020.  Sekretaris KKJB, Totok Alif Rusu membacakan SK  KKJB selaku induk Paguyuban dan  memutuskan serta mengesahkan berdirinya KKJB Karesidenan Kediri yang ditandai dengan pelantikan Pengurus KKJB Karesidenan Kediri.

"Dari kepengurusan tersebut, telah Resmi KKJB, Karesidenan Kediri, akan di pimpin oleh Didik Margo Santoso, dan akan dibantu empat wakil ketua. Semoga dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar," ujarnya.

Ketua KKJB Karesidenan Kediri, Didik Margo Santoso mengatakan, perlunya bimbingan dari sesepuh KKJB dalam kepengurusan panguyuban yang baru dibentuk ini.

"Tujuan didirikannya Paguyuban Karesidenan Kediri ini adalah untuk dapat memantau dan mendata serta membantu warga-warga Kediri yang berada di Kabupaten Mimika, bila mendapatkan musibah. Terimakasih pada sesepuh dan kiranya dapat terus membimbing kami semua," katanya.

Sebenarnya KKJB Karesidenan Kediri ini sudah berdiri pada tanggal 3 September 2017 lalu, namun baru bisa di sahkan dan dikukuhkan pada tanggal 18 November 2017 ini.

Ketua Paguyuban Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Imam Parjono mengatakan, dengan bertambahnya paguyuban dalam naungan KKJB yakni 35 panguyuban dapat memperkuat tali silaturahmi antar sesama. "Menyelenggarakan pelantikan mungkin mudah, akan tetapi, dalam menjalankan ini nanti akan terdapat banyak rintangan, untuk itu diharapkan para anggota agar bisa bertanggung jawab, karena maju mundurnya Paguyuban ini nanti akan bergantung kepada anggota," katanya.

Hal senada, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut lantaran banyaknya dukungan dari panguyuban yang ada di Kabupaten Mimika dalam proses pengevakuasian warga yang ada di Banti dan Kimbeli.

"Apa yang sudah diajarkan Tuhan, atau keyakinan masing-masing tentang persatuan, hormat menghormati dan toleransi agar dipegang dengan teguh oleh seluruh paguyuban yang ada sehingga tidak tercipta perpecahan. keberhasilan evakuasi yang dilakukan oleh pihak aparat keamanan tidak luput dari doa dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika, baik suku jawa, Makassar, dan suku-suku lainnya," ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment