Disepakati Program Perlindungan Sosial Bangga Papua Eksis 2018

Bagikan Bagikan
Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos
SAPA (ASMAT) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Asmat bekerja sama Pemerintah Propinsi Papua yang diwakili tim konsultan dari Kedutaan Australia yang bernaung dibawah lembaga MAHKOTA, KOMPAK dan UNICEF menyepakati dalam sosialisasi program perlindungan sosial bangga Papua mulai eksis dan berjalan pada tahun anggaran 2018 di Kabupaten Asmat.

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos menyambut dengan sukacita tim dari Pemerintah Propinsi Papua yang di wakili MAHKOTA, Karishma asal Bangladesh yang berwarganegara Amerika, KOMPAK yang diwakili, Heracles Lang dan Ratna Fitriani dari Kedutaan Australia dan perwakilan UNICEF, Pia yang  tiba di Asmat dan menggelar sosialisasi program perlindungan sosial Bangga Papua bagi tim pelaksana lapangan dari jajaran Pemda Asmat di Aula Kesbangpol Kabupaten Asmat, Kamis (2/11) sore.

“Saya mewakili masyarakat dan seluruh jajaran Pemda Kabupaten Asmat mengucapkan terima kasih kepada tim dari Pemerintah Propinsi Papua. Selamat datang di Kabupaten Asmat dan mari kita bersama-sama mewujudkan dan mensukseskan program perlindungan sosial bangga Papua ini di Kabupaten Asmat bagi warga asli Papua. Saya perlu informasikan bahwa program ini kami sambut dengan suka cita dan sudah membentuk tim dengan surat Keputusan Bupati Asmat bernomor: 814 tahun 2017 tentang pembentukan sekretariat bersama pelaksanaan program perlindungan sosial bangga Papua di kabupaten Asmat,” katanya pada saat membuka sosialisasi program perlindungan sosial bangga Papua bekerjasama antara Pemerintah Propinsi Papua dan Pemda Asmat.

Untuk mensukseskan program tersebut, Bupati Asmat meminta tim pelaksana Kabupaten Asmat mencermati secara kritis setiap tahapan, agenda-genda yang perlu dipersiapkan Pemda Asmat dari apa yang akan dijelaskannara sumber yang  diwakili delegasi dari MAHKOTA, KOMPAK dan UNICEF. Sehingga, program kemanusiaan yang menekan angka kemiskinan dan mempersiapkan SDM Asmat yang sehat, pintar dan cerdas melalui program perlindungan sosial bangga Papua ini sukses dijalankan di Kabupaten Asmat.

“Saya sangat bangga dan sangat percaya setiap pintu-pintu yang membawa masyarakat Asmat sehat, cerdas dan pintar sudah mulai terbuka dan akan menikmati satu tanda heran dari tanda heran yang lain akan terjadi di daerah ini. Kita sudah mulai dari 2016 program 1000 Hari Pertama Kehidupan Manusia di Kabupaten Asmat. Dan Kini Pemerintah propinsi mulai dengan program perlindungan sosial bangga Papua untuk anak usia nol tahun sampai umur empat tahun di Kabupaten Asmat. Mari kita rapatkan barisan mensukseskan program-program ini,” katanya berapi-api dan disambut tepuk tangan meriah delegasi dari Propinsi Papua dan peserta sosialisasi.

Dia meminta tim pelaksana Asmat memanfaatkan momen selama tiga hari ini diikuti baik apa yang dijelaskan nara sumber mengenai trik-trik dan strateginya dan menyempurnakan rencana yang luar biasa ini. Karena, program ini program yang menyentuh langsung sisi kemanusiaan warga Asmat sebagai mahluk ciptaan Tuhan.

“Jadi kalau kita tidak bisa urus masyarakat dengan baik melalui program ini kita siap-siap saja masuk neraka. Saya percaya anda semua orang-orang hebat yang dipercayakan negara. Dan terima kasih kepada kedutaan Autralia yang mau peduli memikirkan masyarakat kami di Papua ini. Saya percaya anda bagian dari masyarakat dunia yang ikut berpikir masyarakat kami. Sehingga, masyarakat Papua akan lebih baik dari hari ini ke depan,” katanya sambil mengucapkan selamat di datang di tanah Asmat.

Delegasi dari Propinsi Papua yang diwakili KOMPAK, Heracles Lang dan dari MAHKOTA, Karishma menjelaskan program Bangga Papua adalah program perlindungan sosial untuk orang asli Papua melalui pemberian dana tunai kepada anak usia dibawah empat tahun sebesar Rp200.000 perbulan. Program ini digagas oleh Pemerintah propinsi Papua dengan tujuan mengurangi gizi buruk pada anak dan meningkatkan kesehatan anak. Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi tingkat kemiskinan yang bersumber dari dana Otsus.

“Jadi program ini diperuntukan untuk anak usia 0-4 tahun dan lansia. Bagi anak-anak usia 0-4 tahun targetnya akan menghasilkan anak-anak yang lebih tinggi badannya, cerdas dan lebih mudah untuk meraih sukses dalam hidupnya. Dan bagi lansia untuk membantu mereka berproduktifitas lebih lama dan menguntungkan mereka menstimulasi gerakan ekonomi lokal,” jelasnya.

Dari rekaman media ini, Karishma menjelaskan secara detail program perlindungan sosial bangga Papua, mekanisme tata kelola dan kelembagaan, siklus implementasi program, prinsip dasar program, pendaftaran dan seleksi calon penerima manfaat, tugas dan tanggung jawab para pemangku kepentingan pada tahap seleksi penerima manfaat, prosedur pengaduan dan keluhan masyarakat, mekanisme pembayaran dan penjelasan singkat keseluruhan tahapan pelaksanaan. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment