DPRD Minta Kapolres Tutup Pasar Malam

Bagikan Bagikan

Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Mimika dengan Kapolres Mimika

SAPA (TIMIKA) - Anggota DPRD Mimika Yohanis Kibak meminta Kapolres Mimika untuk segera menutup pasar malam yang berlokasi di lapangan Timika Indah, karena menjadi biang dari segala persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Awal mula permasalahan penganiayaan itu dari pasar malam," kata Yohanis saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolres Mimika, AKBP Viktor Mackbon di Kantor DPRD Mimika di jalan Cenderawasih, Selasa (14/11).

Menurutnya, situsi kamtibmas Mimika saat ini kurang kondusif, baik kejadian di Tembagapura, kejadian di Kwamki Narama, serta kejadian-kejadian di tempat lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Karena itu, ia minta agar warga Mimika tidak membuat suatu kegiatan yang  berpotensi menimbulkan masalah, serta membuat pihak kepolisian menjadi kewalahan untuk penanganannya.

"Banyak masalah di Timika jadi jangan buat sesuatu yang dapat menimbulkan masalah lagi," tegasnya.

Anggota DPRD lainnya, Yohanis Wantik sepakat dengan pernyataan Yohanis Kibak. Anggota Komisi A DPRD Mimika tersebut meminta Kapolres agar segera menutup pasar malam, sebab diindikasi banyak praktek perjudian didalamnya, serta berpotensi menimbulkan masalah.

“Kami minta pasar malam segera ditutup,” kata Markus saat RPD dengan pihak Kepolisian, Selasa (14/11).

Ia mengungkapkan, kejadian yang terjadi Sabtu (11/11) malam menimpa seorang wartawan, Saldi Hermanto yang notabene dekat dan kenal dengan banyak anggota, bahkan Kapolres bisa dianiaya secara brutal oleh sejumlah oknum polisi.

Apa jadinya apabila hal tersebut menimpa masyarakat yang tidak pernah berinteraksi dengan pihak kepolisian. Pasti akan dianiaya oleh oknum polisi dan dan memicu konflik.

“Wartawan saja sudah dianiaya secara brutal begitu apalagi masyarakat biasa, pasti masalahnya tambah besar,” kata Yohanis Wantik.

Dengan kondisi Mimika saat ini, kegiatan pasar malam yang berpotensi menimbulkan masalah sebaiknya ditutup, sehingga kepolisian bisa focus pada pengamanan dan masalah-masalah lain.

“Jadi yang berpotensi mengganggu kamtibmas ditutup saja, supaya tidak buat polisi capai kerja,” kata Wantik. (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment