DPRD Minta Perang di Kwamki Segera Dihentikan

Bagikan Bagikan


DPRD minta perang dihentikan
SAPA (TIMIKA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika kembali mendatangi Kwamki Narama tempat terjadinya ‘perang’ suku. Dalam kunjungan ini Ketua DPRD Elminus Mom meminta kepada warga kampung bawah, tengah dan atas agar menghentikan perang.

"Perang ini harus dihentikan. Perang ini jangan dibiarkan berlarut larut. Sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak menghentikan perang,"katanya kepada warga kampung bawah di jalan Freeport lama Kwanki Narama Jumat (17/11).

Ia mengatakan koordinasi penting agar perang tidak terjadi lagi. Korban sudah berjatuhan sehingga perang harus dihentikan. Kehadiran DPRD untuk mendengar aspirasi dari warga yang bertikai. Kedatangan DPRD kedua kalinya ini atas undangan warga. Sehingga DPRD meminta agar perang dihentikan. Tidak boleh ada lagi perang. Perang sudah cukup dan selesaikan permasalahannya  dengan kubu yang lain.

"Warga yang bertikai harus bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak DPRD. Dengan adanya koordinaasi maka setiap masalah dapat ditangani. Pihak kepolisian siap untuk memberikan rasa aman kepada warga di sini," ujarnya.

Perwakilan warga kampung bawah mengatakan keberadaan kepolisian dan kedatangan DPRD dapat meredam terjadinya perang. Perang yang terjadi merupakan perang saudara diantara masyarakat di Kwamki Narama. Kampung bawah merupakan korban pertama sehingga perang terjadi lagi.

Bagi kampung bawah perang sudah selesai. Tapi dari kampung tengah tidak mau terima karena dari pihak mereka sudah ada yang menjadi korban, sehingga kampung tengah meminta agar perang diteruskan.

"Kami tidak meletakkan panah karena kami harus waspada terhadap serangan yang datang. Kehadiran TNI Polri dan DPRD yang datang ke tempat kami sudah meredam terjadinya perang. Tapi apabila dari kampung lain datang untuk menyerang kami siap melayani," kata warga.

Warga kampung bawah mengatakan perang mempunyai adat istiadat. Dimana ada perang dan jatuh korban sehingga harus di bayar hingga jatuhnya kembali korban dari salah satu kubu.

"Kami sudah berpikiran perang sudah selesai tapi kubu yang lain terkadang menyerang kami. Sehingga kami semua masih memengang panah. Kalau hari ini ada pernyaataan bersama agar perang berhenti kami siap. Dendam kami sudah selesai. Dan kami lepas senjata. Tapi apabila kubu seberang datang tidak mungkin kami diam. Karena nyawa keluarga kami terancam. Sehingga kami harus jaga-jaga," jelasnya

Pihak kepolisian juga meminta agar perang segera dihentikan. Jangan ketika melihat aparat kepolisian warga lari. Kepolisian datang tidak untuk menangkap warga tapi kepolisian ingin berkoordinasi dengan warga agar perang dihentikan.

Dalam kunjungan ini anggota DPRD juga menyambangi kampung atas. Dihadapan warga Elminus menyampaikan hasil pertemuan dengan warga kubu bawah. Dalam pertemuan dengan kampung bawah  sepakat kalau perang harus di hentikan. Demikan juga halnya denga kampung atas. Perang harus dihentikan.

Untuk mencapai kesepakatan bersama pihak kepolisian dan DPRD akan melakukan pertemuan dengan ketiga kubu yang bertikai.

Sesuai dengan adat perang pemberian daung sebagai simbol untuk menghentikan perang. Pemberian daung ini sudah disampaikan kepada korban dari kubu bawah dan atas. Apabila daung yang diberikan baik dan dapat tumbuh maka perang sudah harus dihentikan. Namun sebaliknya apabila daung yang diberikan tidak baik maka kubu yang bersangkutan harus mempertanyaakannya lagi kepada kubu yang memberikan daung. Namun, apabila daung sudah diberikan, walaupun ada jatuh korban, maka tidak ada alasan lagi untuk melanjutkan perang. (Tomy)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment